Sulteng Hari Ini
Polisi dan Mahasiswa Kompak Bersihkan Sampah Usai Unjuk Rasa di DPRD Sulteng
Puluhan mahasiswa dan polisi yang sebelumnya mengawal jalannya demonstrasi, kemudian bersama-sama memungut sampah di lokasi tersebut.
Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU - Usai menggelar aksi unjuk rasa dan bertemu dengan anggota DPRD Sulteng, mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Menggugat bersama aparat kepolisian kompak membersihkan sampah yang berserakan di sekitar Kantor DPRD Sulteng, Jumat (21/2/2025).
Pantauan TribunPalu.com, ruas Jl. Sam Ratulangi, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah tampak dipenuhi sampah plastik dan sisa spanduk yang ditinggalkan massa aksi.
Puluhan mahasiswa dan polisi yang sebelumnya mengawal jalannya demonstrasi, kemudian bersama-sama memungut sampah di lokasi tersebut.
Dengan menggunakan kantong plastik hitam, mereka mengumpulkan sisa-sisa sampah di depan gerbang kantor wakil rakyat.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan setelah aksi protes yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari.
Baca juga: Gubernur Sulteng Resmi Ikuti Retreat di Akmil Magelang
Sebelumnya, ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Palu menggelar demonstrasi menolak sejumlah kebijakan pemerintah, termasuk Revisi Undang-Undang Minerba dan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Anggaran.
Mahasiswa akhirnya bertemu dengan dua anggota DPRD Sulteng, yakni Mahfud Masuara dari Komisi I dan Muhammad Safri dari Komisi III.
Dalam pertemuan itu, Muhammad Safri menegaskan bahwa revisi UU Minerba harus dikaji ulang karena dinilai tergesa-gesa dan tanpa uji publik yang memadai.
Selain itu, DPRD Sulteng juga berjanji akan menindaklanjuti aspirasi mahasiswa dengan mengusulkannya kepada pimpinan agar dapat diteruskan ke pemerintah pusat.
Meskipun sempat terjadi ketegangan dalam demonstrasi, aksi tetap berlangsung tertib.
Keberlanjutan tuntutan mahasiswa kini bergantung pada tindak lanjut yang akan dilakukan oleh DPRD dan pemerintah pusat. (*)
| Sentil Perintah Prabowo Soal IUP di Hutan Lindung, Muhammad Safri Minta Pusat Tak Tebang Pilih |
|
|---|
| Klarifikasi RSUD Undata Palu, Optimalisasi Layanan Digital untuk Rujukan Lebih Cepat |
|
|---|
| Soroti Pembukaan Kembali Tambang Maut Hengjaya, Safri: Nyawa Pekerja Bukan Tumbal Investasi |
|
|---|
| RSUD Undata Palu Gelar Operasi Transkateter Perdana, Pasien Jantung Tak Perlu Lagi Dirujuk |
|
|---|
| Kasus Campak di Palu Didominasi Bayi, Dinkes Sulteng Pantau Suspek Campak Aktif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ud90saud90-ua90du90asdas.jpg)