Jumat, 8 Mei 2026

Ramadan 2025

5 Syarat Wajib Puasa yang Harus Dipenuhi oleh Umat Islam

Pada bulan yang penuh berkah ini, seluruh umat Muslim diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa.

Tayang:
Editor: Regina Goldie
Freepik
SYARAT WAJIB PUASA - Ilustrasi puasa diambil dari Freepik pada kamis (27/2/2025). Simak syarat wajib dan sahnya puasa Ramadhan serta hal-hal yang membatalkannya 

TRIBUNPALU.COM - Dalam waktu dekat, umat Islam akan menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah.

Pada bulan yang penuh berkah ini, seluruh umat Muslim diwajibkan untuk menjalankan ibadah Puasa.

Terdapat sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh setiap Muslim agar ibadah Puasa diterima oleh Allah SWT.

Selain itu, umat Islam juga harus memperhatikan syarat sahnya Puasa yang dilaksanakan.

Di sisi lain, penting juga untuk menghindari segala hal yang dapat membatalkan puasa Ramadhan.

Baca juga: BREAKING NEWS: Anak 7 Tahun Dilaporkan Hilang di Pantai Talise, Warga dan Aparat Lakukan Pencarian

Lantas, apa saja syarat wajib dan sahnya puasa Ramadhan serta hal-hal yang membatalkannya?

Syarat Wajib Puasa

Dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam Kelas VIII, terdapat beberapa syarat wajib menjalankan ibadah puasa yakni sebagai berikut:

Muslim

Balig atau sudah dewasa (pubertas)

Berakal sehat

Mampu menjalankan ibadah puasa

Syarat Sah Puasa

Baca juga: Hari Ini, KPK Panggil Politisi Nasdem Ahmad Ali sebagai Saksi Kasus Rita Widyasari

Adapun berikut ini syarat sahnya ibadah puasa yang ditunaikan oleh seorang muslim:

Beragama Islam

Mumayiz (sudah dapat membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik)

Suci dari darah haid dan nifas

Dalam waktu yang diperbolehkan untuk berpuasa.

Hal-hal yang Membatalkan Puasa

Masih dikutip dari sumber yang sama, berikut ini hal-hal yang membatalkan puasa Ramadhan:

Makan dan minum dengan sengaja

Muntah yang disengaja atau dibuat-buat

Berhubungan suami istri

Keluar darah haid atau nifas bagi perempuan

Gila atau sakit jiwa

Keluar cairan mani dengan sengaja

Adapun pula hal-hal yang mengurangi atau bahkan menghilangkan pahala puasa, yakni semua perbuatan yang dilarang oleh Islam.

Contoh perbuatan yang dilarang tersebut adalah membicarakan kejelekan orang lain, berbohong, dan mencaci maki orang lain.

Baca juga: BMKG Pasang Alat Deteksi Tsunami Berteknologi Modern di Banggai Kepulauan

Doa Niat Puasa Ramadhan
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta'aalaa

Artinya: Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta'aala.

Baca juga: Ratusan Warga Talise Palu Pawai Obor Sambut Ramadan 1446 Hijriah

Doa Buka Puasa

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
Dzahabaz zhama'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah

Artinya: "Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah." (HR Abu Dawud)

Selain doa tersebut, terdapat pula doa buka puasa dengan lafaz sebagai berikut:

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin

Artinya: "Ya Allah kerana-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, wahai Allah Tuhan Maha Pengasih." (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved