Bahlil Lahadalia Diminta Minta Maaf Setelah Disertasinya Dikenakan Pembinaan UI
Permintaan ini muncul setelah Bahlil Lahadalia terbukti melanggar etika akademik terkait Disertasi doktoralnya, dan pihak terkait.
"Saya belum tahu isinya. Tapi, yang jelas kalau rekomendasinya mungkin sudah dapat."
"Yang saya pahami bukan ditangguhkan (gelarnya), tapi memang wisuda saya harusnya di Desember. Saya kan dinyatakan lulus setelah yudisium. Dan yudisium saya kan di Desember," jelas Bahlil Lahadalia setelah menghadiri rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (13/11/2024).
"Kalau kemarin Disertasi saya, setelah Disertasi kan ada perbaikan Disertasi." (*)
"Jadi setelah perbaikan Disertasi, baru dinyatakan selesai. Selebihnya nanti tanya di UI aja ya," lanjut dia.
Sebagai informasi, sidang Disertasi Bahlil menjadi sorotan sebab Disertasinya yang berjudul Kebijakan, Kelembagaan, dan Tata Kelola Hilirisasi Nikel yang Berkeadilan dan Berkelanjutan di Indonesia, diduga kuat plagiat.
Hal ini diketahui saat seorang warganet mencoba mengecek Disertasi Bahlil menggunakan Turnitin, perangkat lunak yang kerap digunakan untuk mendeteksi plagiarisme dalam karya tulis.
Hasilnya, similarity index Disertasi Bahlil mencapai 95 persen dengan karya milik mahasiswa asal UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Adapun karya mahasiswa itu berjudul Pengelolaan Nikel oleh Perusahaan Pertambangan di Indonesia.
Baca juga: Pemerintah Sulawesi Tengah Gandeng BPKP untuk Tingkatkan PAD
Respons Bahlil
Ditemui wartawan di Istana Kepresidenan sekitar 21.19 WIB, Senin (3/3/2025), Bahlil enggan berkomentar.
Ia hanya melambaikan tangan ke arah media sembari berjalan menuju mobilnya.
Setelahnya, sejumlah awak masih mengikutinya untuk menanyakan perkara yang sama.
Akan tetapi, Bahlil tetap bungkam hingga dirinya naik ke dalam mobil dan meninggalkan area Kompleks Istana Kepresidenan. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews,com
| Mengenal CNG 3 Kg yang Diklaim Lebih Ramah Kantong dari Gas Melon |
|
|---|
| Gas Melon Terancam Diganti, Bahlil Siapkan CNG 3 Kg, Harganya Lebih Murah 40 Persen |
|
|---|
| Harga LPG 5 Kg Non-Subsidi di Palu Naik Jadi Rp135 Ribu per Tabung |
|
|---|
| Harga LPG 5 Kg Non-Subsidi di Banggai Kepulauan Naik Jadi Rp 210 Ribu |
|
|---|
| Harga LPG Nonsubsidi di Sulawesi Tengah Naik, Bright Gas 12 Kg Capai Rp230.000 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/h89as9d8-ah98dha89-dh8a9daa.jpg)