Senin, 4 Mei 2026

SBY Optimistis Tentang Masa Depan Demokrasi Indonesia Meski Ada Tantangan

SBY mengakui bahwa dinamika demokrasi di Indonesia mengalami berbagai tantangan dan perubahan.

Tayang:
Editor: Regina Goldie
Ist
SBY BICARA DEMOKRASI - Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menghadiri diskusi dan bedah buku "Standing Firm for Indonesia’s Democracy" di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, Jepang, Jumat (7/3/2025). 

TRIBUNPALU.COM - Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengungkapkan pandangannya tentang perkembangan demokrasi di Indonesia saat menghadiri diskusi dan bedah buku Standing Firm for Indonesia’s Democracy di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, Jepang, pada Jumat (7/3/2025).

Dalam acara tersebut, SBY menjawab berbagai pertanyaan, termasuk isu dugaan kemunduran demokrasi di Indonesia jika dibandingkan dengan masa kepemimpinannya dari 2004 hingga 2014.

SBY mengakui bahwa dinamika demokrasi di Indonesia mengalami berbagai tantangan dan perubahan.

Ia menekankan bahwa setiap negara memiliki idealisme dan sistem politik yang terus berkembang seiring dengan tantangan zaman. Namun, ia menegaskan pentingnya untuk menjaga prinsip power of the people dan mengakomodasi aspirasi masyarakat dalam proses demokrasi.

Baca juga: Infus Sebagai Alternatif Pengobatan, Apakah Membatalkan Puasa?

"Menjawab pertanyaan, apa yang akan saya lakukan jika diminta untuk menjaga demokrasi? Jawaban saya begini: jika ada tanda-tanda terkait suatu masalah yang tidak dikehendaki oleh rakyat, maka harus diklarifikasi dan disampaikan dengan cara yang baik. Tidak harus melalui media atau disampaikan di depan publik. Bisa dilakukan dengan komunikasi di balik layar, tetapi dengan niat yang baik," ujar SBY.

Ia mengingatkan, demokrasi yang sehat membutuhkan dialog antara pemerintah dan rakyat.

Menurutnya, komunikasi yang terbuka antara pemimpin dengan masyarakat sangat penting agar kebijakan yang diambil tetap selaras dengan harapan publik.

"Dialog itu ruh dari demokrasi. Jika pemimpin berpikir sesuatu, tetapi rakyat berpikir hal yang berbeda dan tidak ada titik temu, tentu ini tidak baik. Karena itu, komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat harus terus ditingkatkan," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, SBY juga membandingkan perkembangan demokrasi di Indonesia dengan negara-negara lain yang selama ini dianggap sebagai panutan demokrasi.

Baca juga: Wawali Imelda Liliana Sampaikan Jawaban Pandangan Umum 3 Fraksi dalam Rapat Paripurna

Ia mengatakan, bahkan negara-negara besar pun mengalami tantangan dalam menjaga sistem demokrasi mereka.

"Banyak kejadian di dunia dalam 5–10 tahun terakhir yang menunjukkan bahwa negara-negara besar pun mengalami kemunduran dalam demokrasi mereka. Hal ini harus menjadi pembelajaran bagi Indonesia agar tidak terjebak dalam dinamika serupa," jelasnya.

Terkait arah demokrasi di Indonesia ke depan, SBY tetap optimistis. Ia menegaskan, Indonesia memiliki potensi besar untuk terus maju, asalkan para pemimpin memiliki visi yang kuat, integritas tinggi, serta kemampuan untuk mengelola negara dengan baik.

"Indonesia adalah negara penuh harapan. Saya masih punya harapan yang baik bagi negeri ini. Masa depan Indonesia harus dipastikan tetap cerah, bukan sebaliknya. Namun, untuk mencapai Indonesia Emas pada 2045, kita harus memahami syarat dan tantangan yang harus dilewati," pungkasnya.

Baca juga: STIMIK Bina Mulya Palu akan Beralih Status Menjadi Institut Teknologi Garuda Indonesia

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved