Selasa, 5 Mei 2026

Belajar Hybrid Terkendala

BREAKING NEWS: Uji Coba Pembelajaran Daring Terkendala Infrastruktur, Dinas Pendidikan Palu Evaluasi

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Hardi, menyatakan bahwa uji coba yang dilakukan di SMPN 15 Kota Palu menemui sejumlah kendala.

Tayang:
Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
ZULFADLI/TRIBUNPALU.COM
RENCANA BELAJAR HYBRID TERKENDALA - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Hardi. Rencana penerapan sistem pembelajaran daring di Kota Palu masih dalam tahap kajian lebih lanjut. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU - Rencana penerapan sistem pembelajaran daring di Kota Palu masih dalam tahap kajian lebih lanjut. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Hardi, menyatakan bahwa uji coba yang dilakukan di SMPN 15 Kota Palu menemui sejumlah kendala, terutama dalam aspek jaringan internet serta ketersediaan sarana dan prasarana bagi siswa.

"Kami memang sempat berencana melakukan uji coba secara piloting, tetapi setelah dilakukan, kami menemukan masalah pada jaringan serta sarana dan prasarana yang dimiliki oleh anak-anak kita," ujar Hardi, saat ditemui di Kantor Disdikbud Kota Palu, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Senin (10/3/2025).

Hardi menambahkan bahwa pihaknya belum bisa memastikan kapan program ini akan diterapkan secara luas. 

Meski begitu, Dinas Pendidikan tetap berkomitmen untuk mempercepat transformasi pendidikan berbasis digital di Kota Palu, baik melalui perpustakaan digital maupun kelas digital.

Baca juga: JOB Tomori Berdayakan Kelompok Pemuda Kembangkan Usaha Peternakan Ayam Petelur

"Kami belum memproyeksikan kapan program ini akan diterapkan karena ingin memastikan semua sarana tersedia. Namun, kami tetap melaksanakan transformasi berbasis teknologi, seperti perpustakaan digital atau kelas digital," jelasnya.

Wacana pembelajaran daring ini sebelumnya dikaitkan dengan kebijakan Work from Anywhere (WFA) yang diterapkan pemerintah pusat. 

Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, sempat menyatakan bahwa program WFA yang memungkinkan pegawai bekerja dari luar kantor selama dua hari dalam seminggu juga perlu disesuaikan dengan sistem pendidikan di sekolah.

"Karena guru juga pegawai, maka sekolah pun harus menyesuaikan. Saya mewacanakan agar pembelajaran dilakukan tiga hari di sekolah dan dua hari secara daring," kata Hadianto Rasyid dalam pertemuan dengan Dinas Pendidikan dan kepala sekolah pada Kamis (6/3/2025).

Menanggapi hal itu, Hardi memastikan bahwa Dinas Pendidikan terus berkoordinasi dengan wali kota dalam menyiapkan penerapan pembelajaran berbasis digital. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Longki Djanggola Minta Mendagri Cutikan Petahana Ikut PSU

Namun, ia menekankan bahwa kesiapan infrastruktur, akses internet, serta kesiapan guru dan orang tua menjadi faktor penting dalam keberhasilan kebijakan ini.

"Kami sudah memiliki Akun Belajar ID, perangkat pendukung tersedia, dan kompetensi guru juga ditingkatkan melalui pelatihan. Tapi ada tantangan seperti kesiapan jaringan internet di rumah siswa dan peran orang tua dalam mendukung pembelajaran digital," terangnya.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Dinas Pendidikan Kota Palu masih mengkaji lebih lanjut kemungkinan penerapan pembelajaran daring dan memastikan transformasi digital dalam pendidikan tetap berjalan, meski tidak harus dilakukan secara daring. (*)

( TribunBreakingNews )

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved