Sulteng Hari Ini
Hannah Asa Indonesia Dorong Program Berani Cerdas Sentuh Literasi Keuangan
Literasi keuangan merupakan keterampilan dasar (basic skill) untuk membawa masyarakat ke arah perekonomian lebih baik.
Penulis: Citizen Reporter | Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM, PALU - Founder Hannah Asa Indonesia, Mardiyah, mendorong program Berani Cerdas juga mendorong peningkatan edukasi literasi dan Inklusi Keuangan.
Berani Cerdas merupakan program prioritas pasangan Anwar Hafid-Reny A Lamadjido.
Program tersebut memprioritaskan anak kurang mampu dapat menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi.
“Program Berani Cerdas patut kita dukung. Sebab sangat bermanfaat bagi generasi Sulteng ke depan,” ucap Mardiyah via Whatsapp, Rabu (19/03/2025).
Mardiyah mendorong Program Berani Cerdas juga menyasar peningkatan edukasi literasi dan Inklusi Keuangan.
Baca juga: Polresta Palu Gelar Sahur On The Road Bersama Komunitas Ojek Online
Pasalnya, dari pengalaman keliling memberikan materi literasi keuangan, masih banyak masyarakat Sulteng yang belum paham (not literate) dan akhirnya terdampak financial stress.
“Kami tim Hannah Asa Indonesia, mengajar berkeliling Sulteng. Dan temuan kami di lapangan masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui tentang pentingnya mengelola keuangan bahkan terkena financial stress,” jelas Mardiyah.
Perempuan akrab disapa Itje ini menuturkan, timnya berkeliling mengajar Literasi Keuangan untuk masyarakat Sulteng tanpa didukung pemerintah.
Meski begitu, Mardiyah dan seluruh timnya tidak goyah dan terus keliling Sulteng menjangkau banyak masyarakat demi mencerdaskan hingga mensejahterakan melalui Literasi Keuangan.
Baca juga: 258 Siswa-siswi SMA di Banggai Jalani Badan Seleksi Calon Paskibraka
Ia berharap, Anwar dan Reny melalui Program Berani Cerdas dapat melek tentang Literasi Keuangan.
Perlu diketahui, program yang digencarkan Hannah Asa Indonesia untuk memberikan Literasi Keuangan masyarakat Sulteng ialah Bootcamp.
Saat ini, program Bootcamp berlangsung sebanyak lima kali di berbagai daerah di Sulteng.(*)
| Sentil Perintah Prabowo Soal IUP di Hutan Lindung, Muhammad Safri Minta Pusat Tak Tebang Pilih |
|
|---|
| Klarifikasi RSUD Undata Palu, Optimalisasi Layanan Digital untuk Rujukan Lebih Cepat |
|
|---|
| Soroti Pembukaan Kembali Tambang Maut Hengjaya, Safri: Nyawa Pekerja Bukan Tumbal Investasi |
|
|---|
| RSUD Undata Palu Gelar Operasi Transkateter Perdana, Pasien Jantung Tak Perlu Lagi Dirujuk |
|
|---|
| Kasus Campak di Palu Didominasi Bayi, Dinkes Sulteng Pantau Suspek Campak Aktif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Founder-Hannah-Asa-Indonesia-Mardiyah.jpg)