Minggu, 12 April 2026

Palu Hari Ini

Youssel Edbert: Hindari Berenang di Wilayah Migrasi Buaya di Palu

Lebih lanjut, Youssel Edbert menjelaskan bahwa Buaya cenderung menempati suatu tempat dan menjadikannya sebagai rumah atau sarangnya.

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Andika

TRIBUNPALU.COM, PALU – Youssel Edbert Daniel Panggabean, Pemilik Rehabilitasi Reptilia Evolux IDN di Kota Palu, membagikan informasi mengenai reptil, khususnya Buaya yang ada di Kota Palu, pada Sabtu (5/4/2025).

Youssel Edbert mengatakan bahwa Buaya yang berada di Kota Palu adalah jenis Crocodylus Porosus, yang merupakan hewan dengan sifat teritorial.

Lebih lanjut, Youssel Edbert menjelaskan bahwa Buaya cenderung menempati suatu tempat dan menjadikannya sebagai rumah atau sarangnya.

Buaya akan menetap di tempat tersebut sembari menunggu betina dan akan memerangi Buaya jantan lainnya yang memasuki wilayahnya.

"Iya, habitat Buaya muara dapat ditemukan di area perairan yang luas dan hanya sedikit menempati daratan, seperti sungai, danau, dan muara," ungkapnya.

Baca juga: Komwil Alkhairaat Sulteng Tegaskan Tidak Akan Diam atas Penghinaan terhadap Guru Tua

Youssel Edbert juga menjelaskan mengapa Buaya di Kota Palu lebih sering berada di laut.

Menurutnya, Buaya adalah reptil yang tidak dapat menetap di satu tempat selamanya.

Buaya harus merelokasi sarangnya untuk mencari sumber daya makanan yang lebih banyak dan stabil.

Selain itu, manusia juga merupakan salah satu faktor yang memengaruhi pola migrasi Buaya. Sungai yang tercemar dan aktivitas berlebihan di pinggiran sungai mendorong Buaya untuk berpindah tempat.

Youssel Edbert menjelaskan bahwa kasus Buaya yang menyerang manusia sering kali terjadi karena Buaya merasa terancam dengan keberadaan manusia.

Baca juga: Malam PSU Pilkada Banggai, Listrik Padam di Simpang Raya

Namun, di sisi lain, manusia juga merasa terancam dengan keberadaan Buaya.

Youssel Edbert memberikan informasi tentang cara menangani keberadaan Buaya di Kota Palu.

"Karena jumlah Buaya di belantara sungai Palu cukup banyak, lebih baik menghindari aktivitas fisik seperti berenang di area migrasi mereka. Ikuti tanda larangan yang telah dipasang dan peraturan yang telah diedarkan," ungkapnya saat ditemui oleh TribunPalu.com. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved