Morowali Hari Ini

NGO dan Serikat Pekerja Tuntut Penegakan Hukum Atas Longsor di Area Perusahaan Tambang Morowali

Diketahui Longsor tersebut mengakibatkan empat (4) orang operator excavator tertimbun longsor tailing. satu berhasil selamat,  satu orang meninggal.

HANDOVER
LONGSOR DI PERUSAHAAN TAMBANG - Atas kejadian longsor di area penyimpanan tailing atau Tailings Storage Facility (TSF) di kilometer delapan (8) PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) pada Sabtu, (22/3/2025) NGO dan Serikat pekerja menuntut penegakan hukum,   

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Andika

TRIBUNPALU.COM, MOROWALI - Atas kejadian longsor di area penyimpanan tailing atau Tailings Storage Facility (TSF) di kilometer delapan (8) PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) pada Sabtu, (22/3/2025) NGO dan Serikat pekerja menuntut penegakan hukum,  

Diketahui Longsor tersebut mengakibatkan empat (4) orang operator excavator tertimbun longsor tailing. satu berhasil selamat,  satu orang meninggal atas nama Demianus ditemukan pada saat kejadian.

Sementara Irfan Tandi Tasik ditemukan pada tanggal (7/4/2025), Saat ini tersisa Muhammad Akbar yang belum ditemukan. 

Para korban merupakan pekerja di PT Morowali Investasi Konstruksi Indonesia (MIKI). Perusahan ini merupakan kontraktor pengelola tailing yang bermitra dengan PT QMB New Energy Materials dan PT  Huayue Nickel Cobalt.

Kepala Departemen Advokasi dan Pendidikan Publik Indonesia, Abdul Haris menjelaskan Tailing Nikel adalah proses penampungan inilah diduga kuat mengalami longsor

Abdul Haris menyerukan, investigasi untuk mengungkap kecelakaan ini, harus ada yang bertanggung jawab terhadap kematian para pekerja tersebut.

Baca juga: BREAKING NEWS: Tengkorak Manusia Ditemukan di Kuala Kering Desa Bora Sigi, Warga Heboh

Kejadian ini menunjukan buruknya tata kelola lingkungan hidup maupun penegakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).  

Pihak kepolisian, PPNS ESDM, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Tenaga Kerja harus melakukan penyelidikan ataupun investigasi bersama untuk mengungkap kasus ini. 
 
Menanggapi hal ini, Ketua Umum FPE-KSBSI, Riswan Lubis mengungkapkan bela sungkawa atas kejadian tersebut dan menuntut pemerintah serta manajemen PT IMIP sebagai pengurus kawasan untuk melakukan penyelidikan menyeluruh. 

“Tentunya kita tidak ingin hal ini terus terjadi, nyawa 1 orang sudah lebih tentu lebih berharga dibandingkan keuntungan perusahaan sebesar apapun" ungkapnya

Kami berharap ada upaya serius dari pemerintah untuk memastikan tidak ada lagi kecelakaan kerja di Kawasan IMIP yang menimbulkan korban jiwa di masa mendatang.”tutupnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved