Sabtu, 11 April 2026

Sigi Hari Ini

Satgas Madago Raya Gandeng Pendeta Sigi Cegah Intoleransi

Kegiatan ini, para pemuka agama Kristen dibekali pemahaman tentang moderasi beragama guna memperkuat ketahanan masyarakat terhadap paham radikal.

HANDOVER
MODERASI AGAMA SIGI - Upaya pencegahan radikalisme di Sulawesi Tengah terus diperkuat. Setelah menyasar para Imam Masjid dan Pegawai Syara, Satgas II Preemtif Operasi Madago Raya kini melibatkan para pendeta se-Kabupaten Sigi dalam kegiatan peningkatan kapasitas yang dilaksanakan di Aula Pemancingan Nagaya, Kamis (8/5/2025). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU – Upaya pencegahan radikalisme di Sulawesi Tengah terus diperkuat.

Setelah menyasar para Imam Masjid dan Pegawai Syara, Satgas II Preemtif Operasi Madago Raya kini melibatkan para pendeta se-Kabupaten Sigi dalam kegiatan peningkatan kapasitas yang dilaksanakan di Aula Pemancingan Nagaya, Kamis (8/5/2025).

Dalam kegiatan ini, para pemuka agama Kristen dibekali pemahaman tentang moderasi beragama guna memperkuat ketahanan masyarakat terhadap paham radikal dan intoleransi.

Tujuannya adalah memperkuat peran pendeta dalam menjaga kerukunan serta mencegah penyebaran ideologi ekstrem di wilayah tersebut.

Kegiatan dipimpin oleh Kasatgas II Preemtif Ops Madago Raya, AKBP Moh. Taufik, dan dihadiri oleh para pendeta serta tokoh agama dari berbagai daerah. Personel Satgas turut terlibat dalam agenda yang merupakan bagian dari program deradikalisasi ini.

Baca juga: DPRD Sulteng Dalami Dugaan Mafia Tanah di Morut, Komisi I Minta Kelengkapan Dokumen

Ketua FKUB Sulawesi Tengah, Zainal Abidin, tampil sebagai narasumber dan membawakan materi berjudul “Moderasi Beragama Sebagai Perekat dan Pemersatu Bangsa.” Ia menekankan pentingnya menjadikan perbedaan sebagai kekuatan pemersatu, bukan pemicu konflik.

Sementara itu, Pdt. Kaleb Tokii dari Kemenag Sigi juga memberikan materi tentang peran penting pendeta dalam menanggulangi paham radikal dan intoleransi. Ia menilai kegiatan ini sangat strategis dan berharap pelatihan serupa digelar di daerah lain di Sulawesi Tengah.

Dalam sambutan tertulis Kaops Madago Raya, Kombes Pol. Boy F.S. Samola, yang dibacakan AKBP Moh. Taufik, ditegaskan bahwa para pendeta memiliki tanggung jawab besar, tak hanya dalam kepemimpinan gereja, tapi juga dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.

Baca juga: DSLNG Kembali Sumbangkan 251 Kantong Darah untuk PMI Banggai

Kabupaten Sigi disebut sebagai salah satu wilayah prioritas dalam Operasi Madago Raya, sehingga peran tokoh agama sangat penting untuk menyebarkan pesan perdamaian dan melawan ideologi yang bertentangan dengan dasar negara.

Respon positif datang dari peserta, salah satunya Pdt. Sudirman Yali dari Korps Waturalele, yang mengapresiasi kegiatan ini sebagai langkah tepat untuk memperkuat peran pendeta dalam menjaga kerukunan dan keberagaman masyarakat. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved