Simak 5 Syarat Wajib Haji, Baligh hingga Berakal Sehat

Ibadah haji hanya dapat dilakukan pada bulan Syawal, Dzulqaidah dan Dzulhijjah di mana puncaknya berada pada tanggal 8-13 Dzulhijjah. 

Editor: Fadhila Amalia
TRIBUNPALU.COM/ASNAWI ZIKRI
Ilustrasi Jemaah Haji 

TRIBUNPALU.COM - Ibadah haji wajib dilaksanakan oleh setiap muslim yang mampu, baik secara finansial maupun fisik.

Ibadah haji hanya dapat dilakukan pada bulan Syawal, Dzulqaidah dan Dzulhijjah di mana puncaknya berada pada tanggal 8-13 Dzulhijjah. 

Baca juga: Cara Daftar Haji Secara Online Melalui Aplikasi Pusaka Kemenag

Untuk melaksanakan haji, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh calon jemaah. 

Dikutip dari laman Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), berikut ini lima syarat wajib haji:

1. Islam

Kewajiban berhaji hanya berlaku bagi orang yang beragama Islam.

Individu yang menganut agama selain Islam tidak diwajibkan untuk melaksanakan ibadah haji.

 2. Baligh

Kewajiban menunaikan ibadah haji juga mensyaratkan seseorang telah mencapai usia dewasa atau disebut baligh. 

Baca juga: 6 Rukun Haji, Wajib Dilaksanakan Jemaah dan Tak Bisa Digantikan Orang Lain/Bayar Dam

Anak-anak yang belum baligh tidak diwajibkan untuk melaksanakan ibadah haji

Namun, jika mereka tetap melaksanakannya, ibadah tersebut dianggap sunnah dan tetap mendapatkan pahala. 

Baca juga: Bacaan Niat Haji dalam Tulisan Arab, Latin Beserta Terjemahannya

Meski dikatakan sah, anak-anak yang telah berhaji tetap wajib melaksanakannya kembali setelah dewasa, karena pada saat itulah hukumnya menjadi wajib.

3. Berakal

Syarat wajib haji selanjutnya adalah berakal. 

Orang yang tidak berakal seperti orang gila yang memiliki gangguan jiwa tidak diwajibkan untuk menunaikan haji

Hal itu lantaran mereka tidak mampu memahami dan melaksanakan rangkaian ibadah haji.

4. Merdeka

Salah satu syarat sahnya ibadah haji adalah kemerdekaan atau memiliki hak atas diri sendiri. 

Syarat ini berasal dari konteks perbudakan pada zaman Nabi. 

Baca juga: Ini Syarat Daftar Haji Reguler, Belum Pernah Pergi Haji dalam 10 Tahun Terakhir

Jika seorang budak diberangkatkan haji oleh tuannya, ibadah tersebut dianggap sunnah. 
Setelah merdeka, budak tersebut wajib menunaikan haji kembali dengan biaya sendiri.

5. Mampu (Istitha’ah)

 Kemampuan atau istitha’ah merupakan salah satu syarat wajib haji yang harus dipenuhi. 

Dalam hal ini, maksud dari mampu ialah mencakup kemampuan finansial untuk biaya perjalanan dan kebutuhan selama di tanah suci, serta kemampuan fisik untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji yang cukup berat. 

Selain itu, keamanan dalam perjalanan haji juga harus dipenuhi sebagai syarat wajib haji.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved