Jumat, 24 April 2026

Palu Hari Ini

Kapolresta Palu: Geng Motor di Palu Didominasi Pelajar, Penanganannya Lewat Restorative Justice

Jika di wilayah lain geng motor identik dengan aksi kriminal seperti pembegalan, maka di Palu pelakunya justru adalah anak-anak usia sekolah

Penulis: Zulfadli | Editor: Fadhila Amalia
Zulfadli/TribunPalu.com
Kapolresta Palu, Kombes Pol Deny Abrahams, mengungkapkan bahwa keberadaan geng motor di Kota Palu mayoritas beranggotakan pelajar dan akan ditangani melalui pendekatan Restorative Justice. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU – Kapolresta Palu, Kombes Pol Deny Abrahams, mengungkapkan bahwa keberadaan geng motor di Kota Palu mayoritas beranggotakan pelajar dan akan ditangani melalui pendekatan Restorative Justice.

Hal itu disampaikan Kombes Pol Deny Abrahams saat ditemui di halaman Mapolresta Palu, Jl Sam Ratulangi, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (21/5/2025).

Baca juga: Sosok Iwan Lukminto, Bos Sritex yang Ditangkap Kejagung, Punya Harta Kekayaan Rp 8,05 Triliun

Menurut Kombes Pol Deny Abrahams, anggota geng motor di Palu berbeda dengan yang kerap ditemukan di Pulau Jawa. 

Jika di wilayah lain geng motor identik dengan aksi kriminal seperti pembegalan, maka di Palu pelakunya justru adalah anak-anak usia sekolah yang belum terlibat tindak pidana berat.

“Geng motor di wilayah Kota Palu ini berbeda dengan di Jawa atau wilayah lain. Kalau di Jawa, geng motor adalah pelaku-pelaku kriminal. Tapi di Palu, mereka murni anak-anak sekolah yang masih di bawah umur, hanya sebatas terlibat tawuran dan mencari jati diri” jelasnya.

Baca juga: Daftar Harga HP Xiaomi Redmi POCO 2025: Xiaomi 15 Ultra, Redmi Note 14, Redmi 14C, POCO X7 Pro 5G

Menanggapi kondisi itu, Polresta Palu menerapkan pendekatan Restorative Justice dalam menangani kasus keterlibatan pelajar dalam geng motor

Penanganan dilakukan dengan melibatkan orang tua, guru, kepala sekolah, dan tokoh masyarakat setempat.

Setiap pelajar yang terjaring akan dibina melalui proses dialog dan penandatanganan surat pernyataan di hadapan para saksi sebagai bentuk komitmen bersama dalam pembinaan moral dan karakter.

“Kami ingin semua pihak terlibat dalam membina generasi muda agar tidak terjerumus lebih jauh ke dalam kenakalan remaja,” ujar Kombes Pol Deny Abrahams.

Baca juga: Kapolresta Palu Bentuk Tim Jaguar dan Gencarkan Patroli untuk Tangani Begal

Sebagai langkah preventif, Polresta Palu juga membentuk tim khusus yang aktif turun ke sekolah-sekolah untuk melakukan sosialisasi. 

Sejak dua pekan terakhir, para perwira dan anggota kepolisian rutin mengikuti upacara bendera setiap hari Senin di sekolah-sekolah sebagai bagian dari edukasi langsung kepada pelajar.

“Kami juga sudah komunikasikan ini ke Wali Kota agar ke depan bisa dilakukan kegiatan pembinaan melalui lembaga pendidikan,” pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved