Kamis, 16 April 2026

PT Vale

PLTA PT Vale Indonesia Wujudkan Keberlanjutan Lingkungan

PT Vale Indonesia berkomitmen terhadap keberlanjutan lingkungan melalui pemanfaatan energi terbarukan, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)

Editor: Lisna Ali
handover
PT Vale Indonesia berkomitmen terhadap keberlanjutan lingkungan melalui pemanfaatan energi terbarukan, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) aluas Hydro Power.  

Lewat inovasi, kolaborasi, dan kesungguhan, transisi energi hijau bukan hanya mimpi.

Manfaatkan Air Daur Ulang

PT Vale Indonesia menggunakan air dari bendung untuk operasional tiga PLTA.

Selain untuk sumber energi, air turut digunakan untuk pengelolaan nikel di area tambang. 

Penggunaan air dalam hal ini meliputi proses ekstraksi, pengolahan hasil tambang, sampai membersihkan peralatan yang dipakai untuk menambang. 

Selain untuk urusan tambang, air yang diekstraksi PT Vale Indonesia ternyata juga dipakai untuk memperbaiki infrastruktur yang ada di sekitar area tambang, baik infrastruktur yang jadi aset perusahaan ataupun infrastruktur umum. 

Penggunaan air dalam jumlah besar dan banyak peruntukkan ini tentu tak dilakukan secara gratis. 

Pada akhirnya, penggunaan air untuk industri tambang pasti akan menghasilkan keluaran berupa limbah. 

Soal pemanfaatan air untuk pembangkit listrik, PT Vale Indonesia menghindari pengambilan air dari wilayah water stress. 

Wilayah water stress merupakan suatu tempat penggunaan air yang jauh melampaui kapasitas yang dimiliki oleh sumber air dalam periode tertentu. 

PT Vale Indonesia juga punya cara supaya air yang dipakai untuk kegiatan usahanya efisien dan tak mencemari lingkungan. 

Pada Laporan Keberlanjutan 2023, disebutkan kalau PT Vale Indonesia memanfaatkan air hasil daur ulang supaya menghemat penggunaan air. 

Proses penggunaan air daur ulang ini dilakukan di Lamella Gravity Settler, sebuah sistem yang memanfaatkan gaya gravitasi untuk memisahkan partikel pada dari cairan atau air. 

Berkat sistem ini, PT Vale Indonesia mampu untuk menggunakan lagi air yang sudah dipakai sebelumnya. 

Praktik ini umumnya dilakukan untuk memperoleh bahan baku larutan ferrous sulphate sebesar 2 ribu meter kubik. 

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved