Jumat, 10 April 2026

Sidang Isbat Idul Adha

LIVE Sidang Isbat Kementerian Agama untuk Penetapan Hari Raya Idul Adha 2025

Adapun pemantauan hilal ini dilaksanakan di 114 titik lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Editor: mahyuddin

TRIBUNPALU.COM - Sidang Isbat penentuan Idul Adha diselenggarakan Kementerian Agama hari ini, Selasa (27/5/2025).

Sidang Isbat berlangsung di tengah Pemantauan Hilal.

Pemantauan Hilal ini serentak di seluruh Indonesia.

Adapun pemantauan hilal ini dilaksanakan di 114 titik lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Untuk 114 titik lokasi pemantauan hilal ini dilakukan mulai dari Aceh hingga Papua.

Sidang Isbat diawali dengan seminar posisi hilal yang menghadirkan para ahli astronomi dan pakar ilmu falak dari organisasi masyarakat Islam.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pantauan Hilal 1 Dzulhijjah di Sulteng Belum Penuhi Kriteria

Setelah Salat Magrib, Sidang Isbat dilaksanakan secara tertutup.

Pada saat yang sama, Kemenag akan menerima laporan hasil rukyatulhilal dari seluruh titik pemantauan.

Menteri Agama akan mendengarkan tanggapan dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan para peserta sidang sebelum menetapkan keputusan resmi awal Zulhijah 1446 H.

Keputusan tersebut kemudian diumumkan kepada masyarakat dan disiarkan secara langsung oleh media.

Hasil rukyatulhilal dari berbagai daerah, beserta data hisab mengenai posisi hilal, akan dibahas dalam Sidang Isbat

Keputusan yang dihasilkan akan menjadi dasar penetapan awal Zulhijah 1446 H sekaligus penentuan Hari Raya Idul Adha 2025.

Diketahui, berdasarkan hasil perhitungan Tim Hisab Rukyat Kemenag, posisi hilal pada saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia sudah berada di atas ufuk, yakni antara 0° 44,15’ (nol derajat empat puluh empat koma lima belas menit) hingga 3° 12,29’ (tiga derajat dua belas koma dua puluh sembilan menit).

Sementara itu, sudut elongasi berkisar antara 5° 50,64’ (lima derajat lima puluh koma enam puluh empat menit) hingga 7° 6,27’ (tujuh derajat enam koma dua puluh tujuh menit).

Kondisi tersebut telah memenuhi kriteria Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), yang menjadi acuan utama dalam penetapan awal bulan Hijriah di kawasan Asia Tenggara.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved