400 Personel Diterjunkan ke Lokasi Longsor Gunung Kuda Cirebon
Hingga saat ini, upaya pencarian terhadap delapan korban yang masih hilang terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak.
TRIBUNPALU.COM - Bencana longsor yang terjadi di area Tambang Galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, telah menimbulkan dampak yang sangat serius.
Pada Jumat, 30 Maret 2025, sekitar pukul 10.00 WIB, longsor ini mengakibatkan sejumlah pekerja tertimbun.
Baca juga: Makan Nyawa 17 Orang, Dedi Mulyadi Cabut Izin Tambang Galian C di Cirebon
Hingga saat ini, upaya pencarian terhadap delapan korban yang masih hilang terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak.
Sebanyak 14 korban sebelumnya telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Proses Evakuasi
Untuk mempercepat proses evakuasi, sebanyak 400 personel gabungan telah dikerahkan ke lokasi kejadian.
Baca juga: Cerita Alyssa Daguise Bakal Dipingit Jelang Pernikahan, Singgung Al Ghazali yang Tak Tahan Kangen
Tim ini terdiri dari berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, Brimob, Basarnas, BNPB, ESDM, relawan, dan tim medis.
Kombes Pol Hendra Rochmawan, Kabid Humas Polda Jawa Barat, menjelaskan bahwa Polri juga mengerahkan tiga ekor anjing pelacak K9 untuk membantu pencarian korban yang diduga masih tertimbun di bawah material longsoran.
"Kami mengirimkan tiga ekor anjing pelacak K9 lengkap dengan pemandu dan dua instruktur yang mengawasi," ungkap Hendra kepada awak media di lokasi kejadian.
Bagaimana Proses Pencarian Dilakukan?
Hendra menambahkan bahwa saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan posko gabungan dan menunggu waktu yang tepat untuk mengerahkan unit K9.
Ia menjelaskan bahwa masih ada truk yang tertimbun, sehingga pencarian dengan unit K9 akan dimulai setelah alat berat berhasil dievakuasi.
"K9 dapat mengendus keberadaan jenazah hingga kedalaman 10 meter, sesuatu yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia," jelasnya.
Ia memastikan bahwa unit K9 akan tetap standby di lokasi hingga seluruh korban ditemukan.
Baca juga: Harga Emas Hari Ini Minggu 1 Juni 2025, Harga Emas Antam Stagnan di Akhir Pekan, Rp 1.888.000/gram
Komandan Kodim 0620 Kabupaten Cirebon, Letkol Inf M Yusron, juga menyampaikan bahwa tim telah mempersiapkan seluruh kebutuhan untuk evakuasi lanjutan.
Ia menekankan pentingnya pengamanan maksimal guna mengantisipasi longsor susulan.
"Tentunya kita sudah mempersiapkan rencana proses evakuasi baik itu materiil perlengkapan kerja terhadap enam truk yang masih tertimbun, ekskavator, dan delapan orang yang masih tertimbun," jelas Yusron.
Baca juga: Danlanal Palu Tinjau Desa Terdampak Banjir di Wombo Donggala, Siapkan 1 Tangki Air Perhari
Proses pencarian dilakukan dengan membagi area ke dalam dua sektor, yaitu sisi timur dan barat, untuk menghindari risiko tinggi bagi tim evakuasi.
"Kita fokuskan di dua titik saja dan kita juga mengantisipasi jangan sampai tim evakuasi terlalu maju ke lokasi rawan longsor seperti kemarin," tambahnya.(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
| Jejak Kotroversi Yai Mim Sebelum Meninggal di Tahanan, Sempat Viral Karena Video Panas |
|
|---|
| Pengendara Motor Tewas Usai Terlindas Mobil di Simpang Tiga Jl Basuki Rahmat Palu |
|
|---|
| Pergi ke Kebun Sejak Pagi, Pria 61 Tahun di Tomini Parigi Moutong Ditemukan Meninggal |
|
|---|
| Berjuang Lawan Leukimia, Ketua Komisi III DPRD Morowali Moh Sadhak Husain Wafat di RS Undata Palu |
|
|---|
| Pesan Sheila Dara di Ulang Tahun Vidi Aldiano, Singgung Perjalanan 11 Tahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/BNPB-JAWA-BARAT.jpg)