Senin, 1 Juni 2026

Virus Corona

Kasus Covid-19 Ditemukan di Yogyakarta, Warga Diminta Waspada dan Hindari Keramaian

Kasus Covid-19 kembali ditemukan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Temuan terbaru berasal dari wilayah Puskesmas Danurejan, Kota Yogyakarta yang memicu i

Tayang:
Editor: Lisna Ali
Canva/Tribunnews.com
KASUS COVID-19 - Template update kasus Covid-19 yang dibuat pada Senin (2/6/2025). Temuan terbaru berasal dari wilayah Puskesmas Danurejan, Kota Yogyakarta yang memicu imbauan kewaspadaan dari Pemerintah Daerah (Pemda) DIY kepada seluruh kabupaten/kota di wilayahnya. 

TRIBUNPALU.COM - Kasus Covid-19 kembali ditemukan di Daerah Istimewa Yogyakarta

Temuan terbaru berasal dari wilayah Puskesmas Danurejan, Kota Yogyakarta yang memicu imbauan kewaspadaan dari Pemerintah Daerah (Pemda) DIY kepada seluruh kabupaten/kota di wilayahnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, Pembajun Setyaningastutie, mengonfirmasi adanya satu kasus positif Covid-19 yang terdeteksi pada akhir Mei 2025.

Meski gejalanya tergolong ringan dan pasien sudah dinyatakan sembuh temuan ini dinilai menjadi sinyal penting bagi masyarakat dan pemangku kebijakan.

“Kasus Covid-19 di Danurejan memiliki CT Value lebih dari 30.

Itu artinya, kondisi pasien ringan dan sudah sembuh hanya dengan isolasi mandiri,” jelas Pembajun, Rabu (11/6/2025).

Sebelumnya, kasus serupa juga pernah ditemukan di Kabupaten Sleman pada awal tahun ini.

Meski pasien juga pulih dan tidak memiliki komorbid, Dinkes DIY menekankan bahwa potensi penyebaran tetap perlu diwaspadai, terlebih dengan tren peningkatan kasus Covid-19 di beberapa negara lain.

Jalankan Sistem Kewaspadaan Dini

Demi mengantisipasi potensi lonjakan, Pemda DIY mengaktifkan kembali Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).

Sistem ini digunakan untuk memantau secara cepat gejala-gejala penyakit yang muncul di masyarakat, termasuk influenza atau kasus-kasus dengan gejala mirip Covid-19.

“Kita mitigasi dengan SKDR. Jika muncul gejala-gejala mencurigakan secara masif, itu jadi perhatian kita semua,” imbuhnya.

Selain itu, seluruh Dinas Kesehatan kabupaten/kota diminta kembali memperketat protokol kesehatan serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Menurut Pembajun, banyak masyarakat mulai lengah dan mengabaikan kebiasaan penting seperti mencuci tangan dan menggunakan masker.

“Tempat cuci tangan sekarang sudah jarang tersedia. Padahal CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun) dan penggunaan masker masih sangat efektif memutus rantai penularan,” katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved