Minggu, 12 April 2026

Mengapa Kualitas Air Penting dalam Skincare? Ini Penjelasannya

Namun, ada satu faktor krusial yang sering diabaikan: kualitas air yang dipakai untuk membersihkan wajah.

Editor: Regina Goldie
Shutterstock
ILUSTRASI CUCI MUKA - Sejumlah dermatolog mengungkapkan bahwa air keran yang digunakan sehari-hari dapat mengandung berbagai zat yang berpotensi merusak kulit, seperti klorin, logam berat, sedimen, dan mikropolutan lainnya. Fenomena ini turut mendorong tren baru dalam rutinitas perawatan kulit, yakni penggunaan penyaring air wajah. 

TRIBUNPALU.COM - Banyak orang tidak ragu menghabiskan uang dalam jumlah besar untuk membeli produk perawatan kulit kelas atas atau melakukan perawatan di Klinik Kecantikan.

Namun, ada satu faktor krusial yang sering diabaikan: kualitas air yang dipakai untuk membersihkan wajah.

Menurut sejumlah dermatolog internasional, air keran yang biasa digunakan sehari-hari bisa mengandung berbagai zat yang berisiko membahayakan kesehatan kulit, seperti klorin, logam berat, partikel sedimen, dan mikropolutan lainnya.

Fenomena ini turut mendorong tren baru dalam rutinitas perawatan kulit, yakni penggunaan penyaring air wajah (facial water filter) yang kini mulai dilirik, terutama di negara-negara dengan standar perawatan kulit tinggi seperti Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Dermatolog asal New York, Dr. Dennis Gross, menjelaskan bahwa air yang mengandung kadar mineral tinggi seperti kalsium dan magnesium—dapat menumpuk di permukaan kulit dan membuat kulit tampak kusam serta terasa kering.

“Mineral dari air keras bisa mengganggu keseimbangan kulit. Filter air wajah dapat membantu mengurangi iritasi dan memperbaiki tekstur kulit,” ujar Dr. Gross.

Selain itu, penumpukan mineral berlebih bisa menyumbat pori-pori dan merusak fungsi pelindung alami kulit (skin barrier).

Hal senada disampaikan oleh Dr. Whitney Bowe, dermatolog dan penulis The Beauty of Dirty Skin. 

Ia menyebut bahwa bahan kimia dalam air juga bisa mengganggu mikrobioma kulit, yaitu koloni bakteri baik yang berperan melindungi kulit dari infeksi dan inflamasi.

“Keseimbangan mikrobioma sangat penting bagi kesehatan kulit. Filter air dapat membantu menjaganya tetap stabil,” jelasnya.

Di tengah tren perawatan kulit yang semakin berkembang, perhatian terhadap kualitas air mulai menjadi sorotan. 

Banyak pengguna skincare tidak menyadari bahwa air keran yang digunakan sehari-hari bisa membawa zat-zat yang berdampak negatif, terutama bagi mereka yang memiliki kulit sensitif.

Esa Mbouw, Product Specialist Filterbaby,  salah satu produsen filter air wajah, mengungkapkan bahwa air di berbagai kota besar, termasuk Jakarta, masih mengandung klorin, logam berat, dan sisa-sisa bahan kimia rumah tangga.

“Paparan zat tersebut secara terus-menerus bisa memicu jerawat, iritasi, atau membuat kulit semakin kering dan kusam,” ujarnya.

Mengutip Laporan Kualitas Air Sungai Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta 2023, sebagian besar air sungai di ibu kota tergolong cemar berat, dengan kandungan bakteri E. coli, logam berat, dan residu deterjen.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved