Sabtu, 2 Mei 2026

Pemerintah Siapkan Evakuasi Darurat 380 WNI di Iran

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraan ke Rusia.

Tayang:
Editor: Regina Goldie
Tribunnews.com/ Taufik Ismail
STATUS SIAGA- Menteri Luar Negeri Sugiono menaikkan status siaga di KBRI Teheran dari Siaga 2 ke Siaga 1 menyusul terus meningkatnya eskalasi konflik Iran dengan Israel. 

TRIBUNPALU.COM - Pemerintah, melalui Kementerian Luar Negeri, telah meningkatkan status kewaspadaan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran dari Siaga 2 menjadi Siaga 1, seiring dengan terus memanasnya konflik antara Iran dan Israel.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraan ke Rusia, pada Rabu malam (18 Juni 2025) waktu setempat.

"Maka saya memutuskan untuk meningkatkan level kesiagaan di kedutaan Teheran. Dari level siaga 2 menjadi level siaga 1," kata Sugiono.

Selain itu kata dia pihaknya juga telah meminta jajaran Kementerian Luar Negeri melakukan penilaian dan menyusun langkah evakuasi bagi WNI yang berada di Iran. Sejak dua hari lalu, ia telah memerintahkan untuk menyusun langkah evakuasi apabila kondisi di Iran terus memburuk.

"Kemudian mulai juga melaksanakan langkah-langkah kontingensi dan langkah-langkah evakuasi bagi warga negara Indonesia," katanya.

Sugiono mengatakan total terdapat 380 WNI yang berada di Iran. Eskalasi konflik Iran-Israel yang terus meningkat membuat keselamatan WNI di Iran terancam. Apalagi serangan yang dilakukan Israel ke Iran juga bukan hanya menargetkan fasilitas atau kawasan militer tapi juga sipil.

"Ada kurang lebih 380-an warga negara Indonesia yang ada di Iran, di Teheran dan beberapa kota lainnya yang ada di Iran. Yang saya kira berada di dalam posisi yang tidak baik, ya, terancam karena serangan yang terus meningkat ini," pungkasnya.

Sebelumnya hingga hari ketujuh perang Israel-Iran belum juga mereda.  Israel melancarkan sejumlah gelombang serangan udara, menyerang fasilitas nuklir (fasilitas sentrifugal di Tehran & Karaj, situs Fordow, Natanz) serta markas keamanan internal di Tehran.

Dilansir dari Al Jazeera, dalam gelombang keenam, Israel menargetkan hingga 40 lokasi termasuk fasilitas senjata dan nuklir. Sementara itu Iran menembakkan lebih dari 370 rudal balistik dan drone ke wilayah Israel, menghantam daerah seperti Herzliya dan kota-kota lain. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved