Selasa, 19 Mei 2026

Malam 1 Suro 2025 Jatuh Kapan? Ini Tanggal dan Amalan yang Bisa Dilakukan

Dengan demikian, malam 1 Suro akan dimulai pada Kamis malam, 26 Juni 2025.

Tayang:
Editor: Regina Goldie
Canva / Tribunnews.com
MALAM 1 SURO - Desain grafis Amalan Malam 1 Suro 2025 yang Dianjurkan Bagi Umat Muslim dibuat dengan Canva, Senin (23/6/2025). Inilah malam 1 Suro 2025 yang sangat dianjurkan untuk menyambut awal tahun baru Islam, membaca doa akhir tahun hingga memperbanyak dzikir. 

TRIBUNPALU.COM - Malam 1 Suro 2025 merupakan momen penting yang sangat dianjurkan untuk menyambut datangnya Tahun Baru Islam.

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2025 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag), 1 Suro 2025 yang bertepatan dengan 1 Muharram 1447 H jatuh pada hari Jumat, 27 Juni 2025.

Dengan demikian, malam 1 Suro akan dimulai pada Kamis malam, 26 Juni 2025.

Pada Malam 1 Suro 2025, masyarakat Jawa biasanya menjalankan sejumlah tradisi karena dipercaya sebagai momen yang sakral.

Sementara bagi umat Muslim Malam 1 Suro 2025 atau malam 1 Muharram adalah momen istimewa dalam menyambut Tahun Baru Islam.

Lantas, apa saja amalan Malam 1 Suro 2025 yang dianjurkan bagi setiap muslim?

7 Amalan Malam 1 Suro 2025 bagi Umat Muslim
Dalam menyambut Tahun Baru Islam dengan penuh makna, terdapat beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilakukan di Malam 1 Suro 2025.

Berikut beberapa amalan yang dapat dikerjakan di Malam 1 Suro 2025, melansir laman resmi Baznas:

1. Membaca Doa Akhir dan Awal Tahun

Membaca doa akhir tahun dan awal tahun merupakan amalan pertama yang dianjurkan. Doa akhir tahun dibaca sebelum Maghrib pada tanggal 29 atau 30 Dzulhijjah, sedangkan doa awal tahun dibaca setelah Maghrib pada tanggal 1 Muharram.

"Ya Allah, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka." (QS. Al-Baqarah: 201).

Dikutip dari Habib Sayid Utsman bin Yahya dalam kitab Maslakul Akhyar, berikut bacaan doa Nabi Muhammad saat pergantian Tahun Baru Islam:

Doa Akhir Tahun

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْه وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِي وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

Latin:

Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm.
Artinya:

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved