Morowali Utara Hari Ini
Beras Mahal Buat Omset Penjual Nasi Kuning di Kolonodale Berkurang
Penjual Nasi Kuning di sekitar Pasar Sentral Kolonodale, Dahlia (60) mengaku tetap bersyukur masih bisa berjualan walau harga Beras naik.
Penulis: Muhammad Nur Alqadri | Editor: Regina Goldie
Laporan wartawan TribunPalu.com, Muhammad Nur Alqadri
TRIBUNPALU.COM, MORUT - Kenaikan harga Beras di Kabupaten Morowali Utara (Morut) berimbas terhadap menurunnya omzet (Pendapatan) penjual Nasi Kuning di Kolonodale.
Penjual Nasi Kuning di sekitar Pasar Sentral Kolonodale, Dahlia (60) mengaku tetap bersyukur masih bisa berjualan walau harga Beras mencapai Rp850 ribu/Kg.
Menurutnya, saat ini kebutuhan harga bahan pokok selain Beras dinilainya kini juga serba mahal.
"Saya jual Nasi Kuning tetap seperti biasa, setidaknya saya bisa kembali modal itu utamanya,"ucap Dahlih saat dimintai tanggapan Selasa (29/7/2025) siang.
"Banyak porsinya juga tetap sama, tidak dikurangi,"sambungnya.
Baca juga: Pemkab Morut Gelar Jobfit JPT Pratama dan Seleksi Direksi Perseroda Tepo Asa Aroa
Dahlia mengungkapkan kenaikan harga Beras, membuat pendapatannya menurun.
Alasannya, karena harga Nasi Kuning yang ia jual Rp15 ribu/porsi harganya tetap sama walau harga Beras dinilainya mahal.
"Harga Nasi Kuning tetap sama, jadi pendapatan menurun,"ucapnya.
Walau harga Beras mahal, Dahlia mengatakan stok Beras disana terkendali atau tidak mengalami kelangkaan.
Ia tidak menyebut pasti jumlah keuntungan berjualan Nasi Kuning setiap hari, namun Dahlia mengaku pendapatannya menurun sampai Rp500 ribu.
"Jarang saya hitung, tapi modalnya mungkin ada satu juta, kalau pendapatan jelas menurun mungkin Rp500 ribu,"tuturnya.
Baca juga: OPINI: SDM dan Akuntabilitas adalah KOENTJI Kelestarian Koperasi Merah Putih
Harga Beras yang dijual di Pasar Sentral Kolonodale Rp15 ribu/liter, membuat Dahlia berharap pemerintah dapat segera menekan harga Beras.
| Polda Sulteng Ungkap Penimbunan 2.060 Liter BBM Subsidi di Morowali Utara |
|
|---|
| Sentil Kadis Nakertrans Morowali Utara, Legislator Safri: Jangan Jadi Corong PT GNI! |
|
|---|
| Morowali Utara Tingkatkan Tata Kelola Desa dengan Penetapan Batas Wilayah |
|
|---|
| Bupati Morut Tegaskan Pentingnya PLTS untuk Pertumbuhan Ekonomi Daerah Terpencil |
|
|---|
| Dana DBH Morut Dipangkas, Siltab Kepala Desa Tertunda Karena Dana Terbatas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/1000328767jpg.jpg)