Rabu, 6 Mei 2026

Pasar Inpres Palu Terbakar

Damkarmat Palu Catat 200 Lebih Kasus Kebakaran Selama Januari–Juli 2025

Farhan mengungkapkan, dua penyebab utama Kebakaran yang paling sering ditemukan yakni dari aktivitas industri dan rumah tangga.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
ZULFADLI/TRIBUNPALU.COM
DAMKARMAT PALU - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Palu mencatat lebih dari 200 kasus Kebakaran yang terjadi di Kota Palu sejak Januari hingga Juli 2025. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Palu mencatat lebih dari 200 kasus Kebakaran yang terjadi di Kota Palu sejak Januari hingga Juli 2025.

Angka tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Inspeksi Damkarmat Kota Palu, Farhan Hafid, saat meninjau lokasi Kebakaran Pasar Masomba, Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu.

“Kalau tidak salah, sudah lebih dari 200 kejadian. Tapi untuk angka pastinya saya belum bisa sampaikan karena datanya ada di kantor,” ujar Farhan, Selasa  (29/7/2025).

Farhan mengungkapkan, dua penyebab utama Kebakaran yang paling sering ditemukan yakni dari aktivitas industri dan rumah tangga.

Baca juga: Aliansi Pemuda Peduli Banggai Bersaudara Beri Solusi Terkait Penolakan IUP Dan WIUP Di Bangkep

“Biasanya di fasilitas umum seperti rumah sakit, lalu dari rumah tangga, terutama akibat penggunaan tabung gas. Ada juga sebagian kecil karena warga membakar sampah sembarangan,” jelasnya.

Terkait hal itu, Farhan mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dalam membakar sampah.

Ia mengingatkan bahwa sudah ada aturan yang mengatur waktu dan lokasi pembakaran.

“Jangan asal bakar. Harus diperhatikan lokasi dan waktunya,” tegasnya.

Saat ini, Damkarmat Kota Palu memiliki sekitar 150 personel di unit penanggulangan Kebakaran, dan 9 orang dari bidang investigasi. 

Baca juga: Cerita Mardianti, Kehilangan Tempat Usaha Akibat Kebakaran Pasar Masomba

Sementara jumlah armada yang tersedia mencapai 12 unit, terdiri atas 9 unit utama, 2 unit suplai, dan 1 unit pencilan atau kendaraan kecil pendukung.

Farhan juga menyoroti pentingnya edukasi Kebakaran kepada masyarakat sebagai upaya pencegahan. 

Pihaknya rutin menggelar sosialisasi dan simulasi ke warga, khususnya kepada kelompok ibu rumah tangga dan pekerja rumah tangga yang sering beraktivitas di dapur.

“Untuk ibu-ibu kami edukasi soal api kompor. Sementara untuk bapak-bapak biasanya kami beri pemahaman soal bahaya arus listrik,” katanya.

Ia menambahkan, regulasi terkait penyediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) juga terus disosialisasikan. 

Setiap pelaku usaha diwajibkan memiliki APAR minimal ukuran 3 kg atau 6 kg.

Baca juga: Pemkab Morut Gelar Jobfit JPT Pratama dan Seleksi Direksi Perseroda Tepo Asa Aroa

“Sudah ada Perda dan Perwali-nya. Kami juga rutin lakukan inspeksi dan edukasi cara pakai APAR, bukan sekadar punya,” tambah Farhan.

Meski aktivitas pemadaman terus dilakukan intensif, Damkarmat tetap menghadapi tantangan. Salah satunya terkait usia armada pemadam yang rata-rata sudah tua.

“Masih ada yang keluaran tahun 1990. Di Jepang mungkin sudah tidak dipakai, tapi di sini masih kami operasikan,” tuturnya.

Beruntung, sejauh ini belum ada korban jiwa dari pihak personel selama proses pemadaman berlangsung.

"Ini berkat pelatihan dan simulasi rutin yang terus dilakukan oleh Damkarmat," tutup Farhan. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved