Kunjungan Menteri P2MI di Morut
Abdul Kadir Karding Ajak Siswa Morowali Utara Siap Kerja di Luar Negeri
Sebelum memasuki kantor bupati, menteri dikalungkan selendang dan topi adat (bate).
TRIBUNPALU.COM - Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding disambut secara khusus dengan adat Mori di Kantor Bupati Morowali Utara, Sulawesi Tengah.
Sebelum memasuki kantor bupati, menteri dikalungkan selendang dan topi adat (bate).
Prosesi berikutnya, sepasang putra-putri Mori yang berpakaian adat menyerahkan ayam jantan warna putih, tujuh butir telur ayam kampung serta saguer manis.
Setelah penerimaan secara adat selesai, menteri Karding didampingi Bupati Morut Delis Julkarson Hehi menuju Ruang Pola Kantor Bupati untuk mengikuti pertemuan.
Baca juga: Wabup Morowali Utara Hadiri Konferensi Pendanaan Ekologis Nasional ke-6 di Jakarta
Dalam acara penjemputan itu turut hadir anggota DPD RI Perwakilan Sulteng Febrianthy Hongkiriwang, Sekda Morut Musda Guntur, Kapolres Morut AKBP Reza Khomeini SIK, Kajari Mahmuddin, Kepala BNNK Morut AKBP Anom Subawono dan sejumlah pejabat lainnya.
Selain itu, hadir pula dalam pertemuan itu para kepala OPD, camat, kepala desa, kepala sekolah, siswa-siswi serta pimpinan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) se Morowali Utara.
Kehadiran Menteri P2MI di Morut merupakan kunjungan kerja perdana untuk memberikan gambaran tentang perkembangan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri atau migran.
"Kalau dulu namanya TKI/TKW, sekarang namanya pekerja migran. Siapapun yang kerja di luar negeri itu namanya migran," jelasnya.
Menurut menteri, terbentuknya Kementerian P2MI di era Presiden Prabowo adalah untuk melindungi migran yang jumlahnya cukup besar.
Baca juga: Rp79 Juta Digelontorkan untuk Pos Jaga di Kilo Lima, Dispar Banggai Targetkan Keamanan Wisata
Saat ini terdapat sekitar 10 juta pekerja Indonesia di luar negeri.
Kehadiran Kementerian P2MI sangat penting untuk melindungi migran mulai dari proses rekrutmen hingga memastikan kenyamanan mereka dalam bekerja di luar negeri.
Ia juga menantang para siswa-siswi yang hadir untuk berani dan menyiapkan diri bekerja di luar negeri dengan catatan mengikuti vokasi (pelatihan) agar mendapatkan skill sesuai yang dibutuhkan dunia kerja.
"Pelatihan khusus itu dimaksudkan untuk mempersiapkan tenaga kerja yang siap terjun ke dunia kerja dengan keterampilan khusus yang dibutuhkan," jelas Menteri Karding.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/528235941_1738127050158339_4302468762462364557_njpg.jpg)