Rabu, 17 Juni 2026

Kunjungan Menteri P2MI di Morut

Abdul Kadir Karding Ajak Siswa Morowali Utara Siap Kerja di Luar Negeri

Sebelum memasuki kantor bupati, menteri dikalungkan selendang dan topi adat (bate).

Tayang:
Editor: Regina Goldie
HANDOVER / DISKOMINFO MORUT
AJAK KERJA DI LUAR NEGERI - Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding disambut secara khusus dengan adat Mori di Kantor Bupati Morowali Utara, Sulawesi Tengah. 

TRIBUNPALU.COM - Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding disambut secara khusus dengan adat Mori di Kantor Bupati Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

Sebelum memasuki kantor bupati, menteri dikalungkan selendang dan topi adat (bate).

Prosesi berikutnya, sepasang putra-putri Mori yang berpakaian adat menyerahkan ayam jantan warna putih, tujuh butir telur ayam kampung serta saguer manis.

Setelah penerimaan secara adat selesai, menteri Karding didampingi Bupati Morut Delis Julkarson Hehi menuju Ruang Pola Kantor Bupati untuk mengikuti pertemuan.

Baca juga: Wabup Morowali Utara Hadiri Konferensi Pendanaan Ekologis Nasional ke-6 di Jakarta

Dalam acara penjemputan itu turut hadir anggota DPD RI Perwakilan Sulteng Febrianthy Hongkiriwang, Sekda Morut Musda Guntur, Kapolres Morut AKBP Reza Khomeini SIK, Kajari Mahmuddin, Kepala BNNK Morut AKBP Anom Subawono dan sejumlah pejabat lainnya.

Selain itu, hadir pula dalam pertemuan itu para kepala OPD, camat, kepala desa, kepala sekolah, siswa-siswi serta pimpinan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) se Morowali Utara.

Kehadiran Menteri P2MI di Morut merupakan kunjungan kerja perdana untuk memberikan gambaran tentang perkembangan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri atau migran.

"Kalau dulu namanya TKI/TKW, sekarang namanya pekerja migran. Siapapun yang kerja di luar negeri itu namanya migran," jelasnya.

Menurut menteri, terbentuknya Kementerian P2MI di era Presiden Prabowo adalah untuk melindungi migran yang jumlahnya cukup besar.

Baca juga: Rp79 Juta Digelontorkan untuk Pos Jaga di Kilo Lima, Dispar Banggai Targetkan Keamanan Wisata

 Saat ini terdapat sekitar 10 juta pekerja Indonesia di luar negeri.

Kehadiran Kementerian P2MI sangat penting untuk melindungi migran mulai dari proses rekrutmen hingga memastikan kenyamanan mereka dalam bekerja di luar negeri.

Ia juga menantang para siswa-siswi yang hadir untuk berani dan menyiapkan diri bekerja di luar negeri dengan catatan mengikuti vokasi (pelatihan) agar mendapatkan skill sesuai yang dibutuhkan dunia kerja.

"Pelatihan khusus itu dimaksudkan untuk mempersiapkan tenaga kerja yang siap terjun ke dunia kerja dengan keterampilan khusus yang dibutuhkan," jelas Menteri Karding.

Dijelaskan, gaji di luar negeri cukup besar, tergantung negaranya. Peluang ini terbuka lebar asalkan melakui prosedur yang benar.

Baca juga: Bapenda Palu Tegaskan Tak Ada Toleransi dan Tebang Pilih dalam Penindakan Pajak

Sementara itu, Bupati Morut Delis Julkarson Hehi menyambut baik dan berterima kasih atas kehadiran Menteri P2MI bersama rombongan di Morut.

Ia menjelaskan, saat ini Pemda Morut bekerja sama dengan pihak swasta telah membuka pelatihan khusus untuk mempersiapkan putra-putri Morut masuk ke dunia kerja yang semakin kompetitif.

Untuk meningkatkan SDM secara menyeluruh, selama beberapa tahun terakhir ini Pemda Morut memberikan beasiswa kepada seluruh mahasiswa.

Selain itu juga diberikan beasiswa kepada mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi ke luar negeri. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
Live
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
VS
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved