Jumat, 8 Mei 2026

Parigi Moutong Hari Ini

Lubang Tambang di Parigi Moutong Picu Malaria, Erwin Burase: Harus Ditutup

perwakilan Kemenkes menjelaskan, penyebaran malaria diduga kuat berasal dari area tambang yang melibatkan pekerja luar daerah.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Fadhila Amalia
Handover
TAMBANG - Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menegaskan akan menertibkan tambang ilegal yang diduga menjadi sumber penyebaran penyakit malaria di wilayahnya. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUNPALU.COM, PARIMO -  Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menegaskan akan menertibkan tambang ilegal yang diduga menjadi sumber penyebaran penyakit malaria di wilayahnya.

Hal itu disampaikannya dalam audiensi bersama perwakilan Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, dan sejumlah pihak terkait di Parigi, menyusul meningkatnya kasus malaria di daerah tersebut.

“Saya memang sudah dengar kasus ini sebelumnya, tapi belum dapat laporan resmi dari Dinas Kesehatan,” ujar Erwin.

Baca juga: Harga HP Xiaomi Terbaru Agustus: Xiaomi 15 Ultra, Redmi Note 14, Redmi 14C, Xiaomi 14T Pro

Karena belum menerima laporan, pemerintah belum bisa mengambil tindakan konkret.

Namun setelah mendengar paparan dari berbagai pihak, ia memastikan akan segera bertindak, termasuk menertibkan aktivitas tambang ilegal.

Sebab, perwakilan Kemenkes menjelaskan, penyebaran malaria diduga kuat berasal dari area tambang yang melibatkan pekerja luar daerah.

Parasit malaria yang terbawa oleh pekerja menyebar melalui nyamuk, lalu berkembang biak di genangan air bekas tambang.

“Kalau genangan air di lokasi tambang memang jadi sumbernya, segera kita tutup lubang-lubang itu,” tegas Bupati.

Erwin menyebut, kondisi ini menjadi alasan kuat untuk menghentikan tambang ilegal yang membahayakan kesehatan masyarakat.

Baca juga: Nuansa Merah Putih dan Kostum Unik Ramaikan Senam PKK Banawa

Pemda Parigi Moutong juga akan menerbitkan surat edaran kepada camat dan kepala desa agar segera menutup genangan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk malaria.

“Kalau lubangnya tidak ditutup, maka tambangnya yang akan kita tutup,” tandas Erwin.

Ia menambahkan, nyamuk malaria tidak hanya cepat menular, tapi juga cepat berkembang biak jika tidak ditangani serius.

Erwin juga mengingatkan daerah yang sebelumnya berstatus eliminasi malaria bisa kehilangan status tersebut jika penanganannya lambat dan tidak tepat.

Baca juga: Harga HP Samsung Terbaru Agustus: Galaxy Z Fold 7, Galaxy Z Flip 7, Galaxy A06 5G, Galaxy S25 Ultra

“Saya minta seluruh camat dan kepala desa mengimbau masyarakat menutup semua lubang yang tergenang air,” pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved