Sulteng Hari Ini
Gubernur Sulteng Kukuhkan Tim KAWAN SOSPOL untuk Cegah Konflik Sosial
Kegiatan ini berlangsung diruang kerja gubernur, Kota Palu, Sulawesi Tengah.
TRIBUNPALU.COM - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah (Bakesbangpol) resmi mengukuhkan Tim Kolaborasi Pencegahan Konflik dan Penguatan Ketahanan Sosial Politik (KAWAN SOSPOL).
Kegiatan ini berlangsung diruang kerja gubernur, Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Pengukuhan dilakukan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sinergi antar elemen masyarakat guna menjaga stabilitas sosial politik di wilayah Sulawesi Tengah.
Baca juga: Pemerintah Serius Bangun Jaringan di Sigi, BTS Siap Beroperasi
Pembentukan tim ini diharapkan KAWAN SOSPOL menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan mencegah potensi konflik sosial di masyarakat, serta mendorong penguatan nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan ketahanan politik secara inklusif.
Kepala Bakesbangpol Provinsi Sulawesi Tengah, Arfan menyampaikan bahwa kehadiran KAWAN SOSPOL menjadi langkah strategis dalam mendorong pembangunan yang aman dan kondusif.
“Tim ini menjadi mitra penting pemerintah dalam menjaga keharmonisan sosial di tengah dinamika politik dan keberagaman masyarakat Sulawesi Tengah,” ujar Arfan.
Kepala Bakesbangpol Provinsi Sulawesi Tengah, Arfan yang juga sebagai Project Leader, menyampaikan bahwa pembentukan KAWAN SOSPOL merupakan hasil dari proyek perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh LAN RI.
Baca juga: Luwuk Banggai Ramaikan Lomba Gerak Jalan Tingkat SD, Ini Rutenya
Ia menekankan bahwa tim ini adalah mitra penting pemerintah dalam mendorong terciptanya suasana aman, tertib, dan kondusif di tengah dinamika politik serta keberagaman masyarakat.
Tugas utama KAWAN SOSPOL antara lain memperkuat peran strategis dalam memfasilitasi koordinasi lintas sektor untuk menjaga ketahanan sosial politik, menjadi wadah kerja sama yang terstruktur dan responsif dalam mencegah konflik serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap fungsi pemerintah, serta merumuskan dan melaksanakan kegiatan yang mengidentifikasi potensi Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG) di wilayah Sulawesi Tengah. (*)
| Tanpa Titipan, Gus Ipul Pastikan Sekolah Rakyat di Sulteng Turunkan Kemiskinan |
|
|---|
| Mensos Gus Ipul Ajak Mahasiswa Jadi Jawaban untuk Percepatan Pengentasan Kemiskinan |
|
|---|
| Mensos Salurkan Bantuan Rp1,2 Miliar di Sulteng, Sekolah Rakyat Jadi Prioritas |
|
|---|
| Mensos RI Targetkan 100 Ribu Siswa Sekolah Rakyat pada Tahun 2027 |
|
|---|
| Kemensos Dorong Percepatan Sekolah Rakyat di Sulteng, Target 1.000 Siswa pada 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/IMG-20250808-WA0184-1536x1023jpg.jpg)