Selasa, 28 April 2026

Palu Hari Ini

Peran Ayah dan Dunia Usaha Jadi Kekuatan Baru Cegah Stunting di Kota Palu

Sriti Convention Hall menjadi pelaku usaha pertama yang bergabung dalam Program Genting sebagai orang tua asuh.

Editor: Fadhila Amalia
Handover
PROGRAM GENTING - Pemerintah Kota Palu terus memperkuat strategi penanganan stunting dengan mengedepankan kolaborasi lintas sektor. Melalui peluncuran Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Kecamatan Palu Barat, Kamis (07/08/2025), peran dunia usaha dan keluarga khususnya para ayah menjadi sorotan utama. 

TRIBUNPALU.COM - Pemerintah Kota Palu terus memperkuat strategi penanganan stunting dengan mengedepankan kolaborasi lintas sektor.

Melalui peluncuran Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Kecamatan Palu Barat, Kamis (07/08/2025), peran dunia usaha dan keluarga khususnya para ayah menjadi sorotan utama.

Dalam kegiatan yang digelar di Aula Kelurahan Siranindi ini, Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin menggarisbawahi pentingnya keterlibatan ayah dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Baca juga: Kecamatan Palu Barat Jadi Pilot Project Program GENTING Cegah Stunting

Ia menekankan bahwa pengasuhan bukan hanya tanggung jawab ibu, tetapi tanggung jawab bersama yang harus dilakukan dengan kesadaran penuh.

“Peran ayah sangat menentukan, terutama dalam pola asuh, dukungan emosional, dan pengambilan keputusan dalam keluarga. Karena itu, kami menyambut baik inisiatif Ayah Teladan Indonesia yang kini mulai berjalan di Palu Barat,” ujar Imelda.

Selain penguatan peran keluarga, dunia usaha juga mulai aktif terlibat.

Sriti Convention Hall menjadi pelaku usaha pertama yang bergabung dalam Program Genting sebagai orang tua asuh.

Mereka memberikan makanan bergizi gratis selama enam bulan untuk 21 anak baduta di wilayah Palu Barat.

Baca juga: Sinopsis Film Lintrik! Ketika Tergoda Ilmu Pelet, Tayang 11 September 2025

Kontribusi ini dianggap sebagai model sinergi ideal antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam menurunkan angka stunting secara berkelanjutan. Pemerintah Kota Palu berharap lebih banyak pelaku usaha akan terlibat dalam inisiatif serupa di kecamatan lain.

Menurut Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kota Palu, anak usia 8–24 bulan merupakan kelompok paling rentan terhadap stunting.

Oleh karena itu, intervensi gizi, pola asuh, dan edukasi keluarga harus dilakukan secara terintegrasi.

Program Genting juga diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan produktif, sejalan dengan visi pembangunan Kota Palu yang berfokus pada sumber daya manusia unggul.

Baca juga: Pembukaan Expo Properti Sulteng 2025: Wujud Komitmen Membangun Perumahan Berkelanjutan

Melalui pendekatan berbasis komunitas, Pemkot Palu optimistis pencegahan stunting dapat dilakukan lebih cepat, tepat sasaran, dan melibatkan semua pihak, termasuk ayah di dalam keluarga sebagai aktor utama perubahan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved