Kamis, 4 Juni 2026

Rupiah Makin Ambruk Tembus Rp 18.000 per Dolar AS Kamis 4 Juni 2026

Nilai Tukar Rupiah terkapar hingga menembus Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (4/6/2026) pagi.

Tayang:
Editor: Lisna Ali
handover
Nilai Tukar Rupiah terkapar hingga menembus Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (4/6/2026) pagi. 

TRIBUNPALU.COM - Nilai Tukar Rupiah terkapar hingga menembus Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (4/6/2026) pagi.

Berdasarkan data Google Finance pukul 09.00 WIB, mata uang Garuda melemah ke level Rp 18.001 per dolar AS.

Rupiah bahkan sempat menyentuh titik terendahnya di kisaran Rp 18.010 per dolar AS, atau mengalami penurunan sekitar 0,76 persen.

Pelemahan ini memecahkan rekor historis sebagai Nilai Tukar Rupiah terlemah sepanjang sejarah perdagangan di Indonesia.

Tren  ini melanjutkan keterpurukan pada penutupan perdagangan Rabu (3/6/2026) sore, saat rupiah tertekan ke posisi Rp 17.966 per dolar AS.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menyatakan bahwa kejatuhan rupiah dipicu oleh kombinasi sentimen eksternal yang sangat kuat dan kondisi domestik.

"Pelemahan rupiah yang mendekati dan akhirnya melewati 18.000 per dolar AS itu dipengaruhi kombinasi sentimen global dan domestik," kata Ibrahim saat dikonfirmasi pada Kamis (4/6/2026).

Baca juga: Kejagung RI Tetapkan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Tersangka Dugaan Korupsi Program MBG

Baca juga: Kanwil BPN Sulteng Ikuti CEKATAN ATR/BPN, Perkuat Kompetensi Pengelolaan Keuangan dan BMN

Dari faktor eksternal, eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah kembali memanas setelah Israel melanjutkan operasi militer di Lebanon selatan.

Situasi makin tidak menentu setelah Iran dilaporkan meluncurkan serangan rudal balistik ke wilayah Kuwait dan Bahrain.

Kondisi geopolitik tersebut memicu lonjakan harga minyak mentah dunia, yang kemudian membangkitkan kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi global.

Sentimen ini mendorong spekulasi bahwa bank sentral AS, The Fed, akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama.

Langkah moneter ketat AS juga diperkuat oleh data internal mereka yang menunjukkan lonjakan tidak terduga pada jumlah lowongan kerja per April 2026.

Sementara dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah diperparah oleh rilis data inflasi Mei 2026 yang melonjak hingga mencapai angka 0,28 persen secara bulanan.

Ibrahim memproyeksikan pergerakan mata uang hari ini akan terus tertekan pada kisaran Rp 17.960 hingga Rp 18.030 per dolar AS.

Baca juga: Sigi Matangkan Persiapan MTQ XXXI Sulawesi Tengah, Usung Semangat Generasi Cinta Qurani

Kata BI

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, buka suara.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved