Senin, 8 Juni 2026

PT Vale

PT Vale Akselerasi Proyek IGP Pomalaa, Progres Capai 65,76 Persen di Awal 2026

Sejumlah milestone penting berhasil diselesaikan, yang menjadi tulang punggung operasional proyek ke depannya. 

Tayang:
Editor: mahyuddin
Handover
IGP POMALAA - Memasuki awal tahun 2026, PT Vale Indonesia (PTVI) mencatatkan progres signifikan pada proyek Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa.  Hingga Januari 2026, progres konstruksi keseluruhan IGP Pomalaa mencapai 65,76 persen, menunjukkan eksekusi proyek yang on track. 

TRIBUNPALU.COM - Memasuki awal tahun 2026, PT Vale Indonesia (PTVI) mencatatkan progres signifikan pada proyek Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa. 

Hingga Januari 2026, progres konstruksi keseluruhan IGP Pomalaa mencapai 65,76 persen, menunjukkan eksekusi proyek yang on track.

Sementara itu, pembangunan Main Haul Road (MHR)  to stockpile mencapai 40 persen.

Sejumlah milestone penting berhasil diselesaikan, yang menjadi tulang punggung operasional proyek ke depannya. 

Infrastruktur tersebut meliputi North Access Road (NAR) atau akses jalan utama untuk mobilitas proyek.

Baca juga: PT Vale Tegaskan Komitmen Hilirisasi Hijau di Tengah Fluktuasi Harga Nikel Dunia

Ada juga Main Construction Office, pusat kendali konstruksi di lapangan.

Dan Fasilitas Persemaian Modern berkapasitas 1 juta bibit pohon.

Fasilitas ini menjadi bukti konkret PT Vale dalam menjaga standar Environmental, Social, and Governance (ESG) sejak tahap konstruksi.    

Pembangunan fasilitas penunjang lainnya juga terus dipercepat, termasuk Living Area (Operation Camp) yang telah mencapai 41 persen dan Workshop dan Office Area sebesar 57 % .

Serta kolaborasi strategis bersama mitra Huayou (KNI) di area Feed Preparation Plant dan HPAL yang masing-masing telah melampaui 36 % .

Setiap tahapan pembangunan itu dilakukan dengan dedikasi tinggi terhadap keselamatan kerja dan efisiensi operasional. 

Dengan nilai investasi terintegrasi sekitar Rp74,44 triliun (±US$4,43 miliar), IGP Pomalaa di Sulawesi Tenggara tidak hanya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga model industri pertambangan yang rendah karbon dan berdaya guna bagi masyarakat sekitar.

Catatkan Penjualan 

PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) mencatatkan penjualan perdana bijih nikel dari IGP Pomalaa

Capaian itu menandai fase penting dalam transisi proyek dari tahap konstruksi menuju fase operasional yang menghasilkan pendapatan (revenue-generating phase), sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global mineral kritis.

Penjualan perdana itu dimungkinkan melalui aktivasi area oresell di Pit PB5 dan Pit PB1, yang dirancang untuk mengoptimalkan arus material dan menjaga stabilitas produksi.

Kedua pit tersebut memiliki kapasitas penampungan hingga 4 juta wet metric ton (Mwmt) bijih limonit, memberikan fleksibilitas inventori yang signifikan serta menjamin keberlanjutan suplai menuju fasilitas pengolahan di Pomalaa.

Baca juga: Zakat Fitrah di Banggai Laut 2026 Ditentukan Rp 42.000 per Jiwa atau 2,5 Kg Beras

IGP Pomalaa juga menargetkan produksi sebesar 300.000 ton limonit per bulan, atau sekitar 9.677 ton per hari pada Maret 2026.

Strategi ramp-up ini dilakukan secara disiplin untuk memastikan keberlanjutan operasional serta optimalisasi kapasitas produksi.

Dengan kapasitas penyimpanan 4 Mwmt dan target produksi bulanan, proyek ini memiliki inventory buffer yang memadai untuk menjaga konsistensi suplai sekaligus mengurangi risiko gangguan operasional.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved