Jumat, 10 April 2026

OPINI

Zakat Fitrah Menjadi Ritual Pengembalian Manusia pada Fitrahnya

Zakat Fitrah itu bukan sekadar bantuan sosial. Ia adalah ritual penyucian diri setelah sebulan penuh menjalani Puasa Ramadan.

|
Editor: mahyuddin
Handover
OPINI - Aslamuddin Lasawedy, Pemerhati masalah Ekonomi, Budaya dan Politik. Penuli Opini berjudul Zakat Fitrah Menjadi Ritual Mengembalikan Manusia pada Fitrahnya 

Aslamuddin Lasawedy
Pemerhati masalah Ekonomi, Budaya dan Politik

TRIBUNPALU.COM - Menjelang malam takbiran, di sebuah gang sempit di pinggiran kali Ciliwung, Jakarta Selatan, seorang ibu bernama Rahma duduk di depan rumah reotnya. 

Di tangannya ada Zakat Fitrah dari tetangganya berupa tiga setengah liter kantong beras. "Alhamdullilah,"  kata Rahma, gembira.

Malam itu dapurnya kembali menyala. “Kalau tidak ada zakat fitrah, mungkin malam ini kami hanya minum air saja” katanya, seraya tersenyum bahagia.

Kisah Rahma bukanlah kisah yang langka. Di banyak tempat, zakat fitrah menjadi jembatan antara kelaparan dan harapan.

Ia tidak datang dalam bentuk pidato yang muluk-muluk atau berbentuk kebijakan negara.

Ia datang justru dalam bentuk yang sangat sederhana berupa segenggam makanan pokok yang berpindah dari tangan yang berkecukupan ke tangan yang membutuhkan.

Baca juga: Kapan Batas Waktu Pembayaran Zakat Fitrah 1447H? Ini Besaran Zakat Beras dan Uang di Tahun 2026 

Di balik kesederhanaan berzakat fitrah itu, tersembunyi makna yang sangat dalam.

Bahwa Zakat Fitrah itu bukan sekadar bantuan sosial. Ia adalah ritual penyucian diri setelah sebulan penuh menjalani Puasa Ramadan.

Banyak ulama menyebutnya sebagai pembersih bagi kekurangan-kekurangan manusia selama berpuasa.

Sebut saja kesalahan kecil, kata-kata yang tak terjaga, atau niat yang tidak sepenuhnya ikhlas, dan seterusnya.

Memang Zakat Fitrah itu bekerja seperti air yang membasuh debu perjalanan spiritual seseorang.

Selama Ramadan seseorang belajar menahan haus dan lapar.

Dan di ujung perjalanan Ramadhan, diajarkan sesuatu yang sangat bermakna, yaitu melepaskan kepemilikan.

Nah, memberi Zakat Fitrah berarti mengakui bahwa rezeki yang berada di tangan ini bukan sepenuhnya milik kita.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved