Lama Dianggap Punah, Lebah Terbesar Dunia Ditemukan di Maluku
Lebah terbesar di dunia yang berada di Kepulauan Maluku kembali ditemukan setelah 40 tahun.
TRIBUNPALU.COM - Lebah terbesar di dunia yang berada di Kepulauan Maluku kembali ditemukan setelah 40 tahun menghilang.
Lebah bernama Wallace (Megachile Pluto) yang ditemukan tim peneliti internasional ini memiliki bentangan sayap sepanjang enam sentimeter.
Lebah jenis ini sebelumnya sudah pernah didokumentasikan.
Pertama, oleh Alfred Russel Wallace pada 1859, dan yang kedua pada tahun 1981.
Namun sejak itu, Megachille pluto dianggap sudah punah.
Peneliti Dr Simon Robson dari Universitas Sydney dan koleganya Glen Chilton dari Saint Mary's University di Kanada bersama seorang fotografer asal AS dan seorang entomolog kemudian bergabung melakukan perburuan lebah ini.
Keempat "detektif serangga" pun bertemu di Jakarta pada Januari lalu.
Dari sana, mereka kemudian melanjutkan perjalanan ke Maluku untuk mencoba peruntungan.
"Pada dasarnya kami berempat yang sudah lama berminat pada lebah ini bertemu dan saling mengajak untuk mencarinya," jelas Dr Robson.
"Kami berhasil menemukannya dan ini jadi liburan terbaik yang pernah saya alami," ujarnya.
Tim tersebut menelusuri kawasan hutan tropis di daerah tersebut selama lima hari.
Mereka memeriksa banyak sarang rayap untuk mencari tanda-tanda adanya lebah dimaksud.
Lebah betina tersebut menemukan jalannya ke sarang rayap untuk bertelur, meninggalkan lubang yang cukup besar.
"Kami saat itu masih di hutan dan sudah agak sore, baru saja mau makan siang dan salah satu dari kami melihat gundukan rayap," ujar Dr Robson.
Lebah raksasa Wallace yang terbesar di dunia ditemukan di Maluku setalah hampir 40 tahun menghilang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/lebah-raksasa.jpg)