Info BMKG
Salatiga Diguncang Gempa 3,0 SR, Diduga Akibat Sesar Aktif Gunung Merbabu dan Merapi di Telomoyo
Pada hari ini Sabtu (23/10), Kota Salatiga dan beberapa wilayah disekitarnya diguncang gempa berkekuatan 3.0 SR.
Salatiga Diguncang Gempa 3,0 SR, Diduga Akibat Sesar Aktif Gunung Merbabu Merapi yang Berpusat di Telomoyo
TRIBUNPALU.COM - Pada hari ini Sabtu (23/10), Kota Salatiga dan beberapa wilayah disekitarnya diguncang gempa berkekuatan 3.0 SR.
Gempa ini terjadi pada Sabtu dini hari, yakni pukul 00.32 WIB yang juga dirasakan warga Banyubiru, Bawen dan Ambarawa Jawa Tengah.
Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Pada Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dr Daryono mengatakan dalam laporan pers yang TribunPalu dapat, dugaan kuat gempa ini terjadi karena adanya sesar aktif Merbabu dan Merapi di Telomoyo.
Episenter terletak pada koordinat 7,296 LS dan 110,38568 BT tepatnya di darat pada jarak 13 km arah Baratlaut Kota Salatiga dengan kedalaman hiposenter 6 km.
Gempa utama yang terjadi dini hari tadi diikuti dengan gempa susulan sebanyak 4 kali gempa susulan.
Seluruh rentetan gempa yang terjadi berpusat di komplek Gunung Telomoyo.
Gunung Telomoyo merupakan salah satu gunung yang terletak di Kabupaten Semarang dan Kabupaten Magelang.
Ketinggian dari gunung tersebut ialah 1.894 mdpl yang masik aktif, namun belum memiliki catatan letusan.
Baca juga: Info BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem pada Hari Ini Sabtu 23 Oktober 2021 di 29 Wilayah Ini
Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Sabtu, 23 Oktober, BMKG:18 Wilayah Waspadai Hujan Lebat Disertai Angin
Baca juga: Gempa 5.3 M Guncang Malang Jumat Pagi, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Dalam catatan sejarah gempa kuat dan merusak, wilayah Salatiga, Banyubiru, dan Ambarawa pernah megalami beberapa kali gempa signifikan, yaitu Gempa Semarang, Salatiga, dan Ambarawa pada 24 September 1849.
Gempa Banyubiru, Ambarawa, dan Ungaran pada 17 Juli 1865 dimana gempa ini menyebabkan rumah tembok retak.
Gempa Semarang, Ungaran, dan Ambarawa terjadi pada 22 Oktober 1865.
Pada keesokan harinya pada 23 Oktober 1865 guncangan gempa kembali terjadi diikuti gemuruh.
Gempa Ungaran dan Ambarawa pada 22 April 1866, dimana gempa ini menyebabkan kerusakan bangunan rumah tembok.
Gempa Salatiga, Ambarawa dan Ungaran terjadi pada 10 Oktober 1872 dimana guncangan gempa ini menyebabkan kerusakan bangunan rumah tembok.
Gempa merusak terakhir adalah peristiwa Gempa Sumogawe, Getasan magnitudo M 2,7 pada 17 Februari 2014 dimana gempa ini merusak beberapa rumah diikuti suara dentuman keras.
(TribunPalu.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/gempa-malang.jpg)