Palu Hari Ini
Dialog Bersama Orang Muda dan Multi-Stakeholder, Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan
LBH APIK Sulawesi Tengah menggelar Dialog Bersama Orang Muda dan Multi-Stakeholder dengan tema Lindungi Semua, Penuhi Hak Korban, Akhiri Kekerasan ter
Penulis: Citizen Reporter | Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM - Sebagai bagian dari rangkaian Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP), LBH APIK Sulawesi Tengah menggelar Dialog Bersama Orang Muda dan Multi-Stakeholder dengan tema Lindungi Semua, Penuhi Hak Korban, Akhiri Kekerasan terhadap Perempuan.
Kegiatan yang berlangsung di Kota Palu pada Rabu (4/12/2024) ini juga didukung Yayasan Gemilang Sehat Indonesia Melalui Program Generation Gender.
Kegiatan ini bertujuan untuK Meningkatkan kesadaran publik tentang pencegahan kekerasan berbasis gender melalui pendekatan berbasis hak asasi manusia.
Serta melibatkan orang muda dalam advokasi pemenuhan hak korban kekerasan berbasis gender, juga mendorong kolaborasi multi-sektor untuk membangun sistem pencegahan kekerasan yang berkelanjutan.
Amatan media ini, agenda utama dialog terdiri dari dua sesi panel.
Baca juga: Hari ini, 358 CPNS Kemenkumham Sulteng Ikuti SKB Tahap Wawancara dan Keterampilan
Sesi Panel I membahas Peran Anak Muda dalam Advokasi Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender, pembicaranya Dewi Santiana (Yayasan Merah Putih), Selfina yang akrab dipanggil Cepy (Koalisi Perempuan Indonesia Sulteng) dan Forum Anak.
Sesi Panel II membahas Refleksi Situasi Perempuan dan Kebijakan Perlindungan Perempuan.
Dengan pembicara Kepala Dinas P3A Kota Palu, Riki M. Lahia (Komisi Penanggulangan HIV-AIDS Palu), dan Nining Rahayu (LBH APIK Sulteng).
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Dinas P3A Kota Palu, perwakilan dari tiga kelurahan mitra dampingan (Layana Indah, Petobo, dan Kayumalue Ngapa), paralegal LBH APIK, mitra NGOs, Forum Muda Lintas Iman, serta organisasi orang muda lainnya.
Diskusi Mengungkap Berbagai Isu Penting, salah satu isu utama yang menjadi perhatian dalam diskusi adalah pentingnya akses layanan kesehatan yang inklusif, terutama bagi perempuan, remaja, dan kelompok rentan lainnya.
Hal ini termasuk akses penanganan awal bagi korban kekerasan seksual yang kini dapat dilayani melalui puskesmas.
Kepala Dinas P3A Kota Palu, Yudhi Riyani Firman menyoroti peran penting perempuan dalam pembangunan daerah, seperti kontribusi mereka terhadap keberhasilan Palu meraih penghargaan Adipura.
Namun, tantangan besar tetap ada, terutama dalam penanganan kasus kekerasan seksual dan situasi perempuan yang hidup dengan HIV akibat perilaku berisiko pasangan mereka.
"Sehingga perlu pendekatan interseksionalitas, sharing power untuk kerja-kerja pendampingan, serta mendukung kepemimpinan perempuan sehingga bisa terwujud kehidupan yang lebih baik dan inklusi," kata Yudhi.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat sinergi antara orang muda dan berbagai pihak dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan melindungi hak-hak korban kekerasan berbasis gender.
"Mari kita bersama-sama akhiri kekerasan terhadap perempuan," tandasnya. (*)
| Harga Tiket Pesawat Rute Kota Palu Naik, Garuda Indonesia Sebut Faktor Avtur |
|
|---|
| Kota Palu Catat 542 Kasus Suspek Campak, Terbanyak di Sulteng |
|
|---|
| Wajibkan ASN Naik Bus Trans Palu, Hadianto Rasyid: Kendaraan Dinas Parkir di Kantor |
|
|---|
| Program Kerja ke Jepang 2026 Dibuka, Pemuda Palu Bisa Ikut SSW |
|
|---|
| ASN Palu Jalani WFH dan WFA Dua Hari dalam Sepekan, Ini Aturan dan Tujuannya |
|
|---|
