Sabtu, 11 April 2026

Imlek 2026

Pantangan Sambut Tahun Kuda Api 2026, Hal Perlu Dihindari Agar Keberuntungan Terjaga

Sebagai hewan yang terhubung dengan elemen api, kuda memancarkan energi yang dinamis, mandiri, dan penuh pesona.

Editor: Regina Goldie
ZULFADLI/TRIBUNPALU.COM
Dalam feng shui, setiap pergantian tahun membawa tema energi khas, memengaruhi cara seseorang mengatur dan merancang ruang hidupnya.  

Ringkasan Berita:
  • Tema Energi Tahun Kuda Api: Tahun Kuda Api membawa energi kebebasan, dinamisme, dan keberanian, yang memengaruhi cara merancang ruang dan kehidupan.
  • Pantangan: Beberapa hal yang sebaiknya dihindari sebelum memasuki tahun Kuda Api untuk menjaga energi positif dan keberuntungan sepanjang tahun.

TRIBUNPALU.COM - Dalam feng shui, setiap pergantian tahun membawa tema energi khas, memengaruhi cara seseorang mengatur dan merancang ruang hidupnya. 

Menurut feng shui, waktu ini dianggap sebagai saat yang tepat untuk merapikan rumah agar selaras dengan energi kebebasan, dinamisme, dan keberanian yang diwakili oleh kuda.

Dalam astrologi Tionghoa, Kuda Api melambangkan semangat kebebasan, gairah, gerakan, serta keberanian.

Sebagai hewan yang terhubung dengan elemen api, kuda memancarkan energi yang dinamis, mandiri, dan penuh pesona.

Oleh karena itu, dalam tahun kuda, menurut kepercayaan feng shui, ada beberapa pantangan yang sebaiknya dihindari menjelang perayaan Tahun Baru.

Baca juga: Polresta Palu Gelar Operasi Pasar, Stok Bahan Pokok Aman Jelang Ramadan 2026, Harga Fluktuatif

Menggunakan pakaian putih atau hitam

Dalam tradisi Tionghoa, warna putih dan hitam sering kali dikaitkan dengan suasana duka atau pemakaman.

Mengenakan pakaian dengan warna ini saat Imlek dianggap sebagai simbol kehilangan dan kesedihan.

Sebagai gantinya, warna cerah seperti merah lebih disarankan karena dianggap membawa keberuntungan, kebahagiaan, dan kemakmuran.

Mengenakan pakaian serba putih pada Tahun Baru bisa dianggap sebagai pertanda buruk.

Baca juga: Ini Makna di Balik Pertunjukan Barongsai dalam Perayaan Imlek

Mencuci rambut dan pakaian pada hari Imlek

Pantangan ini berkaitan dengan keyakinan terhadap Dewa Air.

Dua hari pertama Imlek diyakini sebagai hari kelahiran Dewa Air, sehingga mencuci pakaian dianggap tidak sopan.

Selain itu, kata "rambut" (fa) memiliki pelafalan yang sama dengan kata "kemakmuran" (fa), sehingga mencuci rambut pada hari pertama Imlek dianggap sebagai simbol mencuci habis rezeki yang seharusnya dijaga sepanjang tahun.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved