Inisiatif Desa Binaan Imigrasi Indonesia Curi Perhatian di Forum ASEAN
Inisiatif Desa Binaan Imigrasi yang digagas oleh Indonesia mendapat sorotan positif di forum The 28th ASEAN Directors-General
TRIBUNPALU.COM - Inisiatif Desa Binaan Imigrasi yang digagas oleh Indonesia mendapat sorotan positif di forum The 28th ASEAN Directors-General of Immigration Departments and Heads of Consular Affairs Divisions of the Ministries of Foreign Affairs (DGICM).
Pertemuan yang berlangsung di Rizqun International Hotel, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam pada Selasa (19/8/2025) ini mengapresiasi model pendekatan Indonesia sebagai langkah efektif untuk mencegah penyelundupan manusia dan tindak pidana perdagangan orang.
Plt Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, memimpin langsung delegasi Indonesia yang terdiri dari perwakilan Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Luar Negeri, dan KBRI Bandar Seri Begawan, bersama seluruh Kepala Imigrasi negara anggota ASEAN, Timor Leste, dan Sekretariat ASEAN.
Dalam kesempatan tersebut, Indonesia memaparkan keberhasilan mengungkap rute penyelundupan manusia melalui kerja sama efektif antara aparat penegak hukum nasional dan internasional.
Keberhasilan ini menjadi salah satu best practice yang diharapkan dapat direplikasi di negara-negara anggota lainnya.
Baca juga: Pemuda Donggala Pelopori Pelestarian Bahasa Daerah Lewat Inovasi Literasi
Selain membahas penanganan penyelundupan manusia, forum ini juga menyoroti pentingnya peningkatan keamanan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi utama.
Indonesia menawarkan model transformasi strategis melalui pemanfaatan teknologi canggih seperti autogate dan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat pemeriksaan sekaligus memperkuat pengawasan.
Usulan kerja sama yang diajukan mencakup Border Crossing Agreement, operasi maritim bersama, serta program pelatihan terpadu bagi petugas keimigrasian.
Di forum intelijen keimigrasian, Indonesia memaparkan inisiatif Desa Binaan Imigrasi sebagai langkah preemtif untuk mengedukasi masyarakat sekaligus mencegah praktik penyelundupan manusia dan tindak pidana perdagangan orang.
Langkah ini mendapat perhatian positif dari peserta forum karena memadukan pendekatan teknologi dengan pemberdayaan masyarakat.
Pertemuan hari pertama DGICM 2025 menggarisbawahi komitmen bersama seluruh negara anggota ASEAN dan Timor Leste untuk memperkuat kerja sama lintas batas, memerangi penyelundupan manusia, dan meningkatkan keamanan kawasan.
“DGICM merupakan forum strategis untuk membangun sinergi antarnegara dalam menjaga keamanan perbatasan, mencegah kejahatan lintas negara, serta meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian,” ujar Yuldi Yusman.
Menutup pernyataannya, Yuldi menegaskan pertemuan ini memperkuat komitmen negara dalam menjaga keamanan perbatasan dan memerangi kejahatan lintas negara.
“Indonesia mendorong kerja sama yang lebih erat di kawasan, baik melalui pertukaran informasi, peningkatan kapasitas, maupun pemanfaatan teknologi mutakhir. Kami percaya, dengan kolaborasi yang solid, kawasan ASEAN dapat menjadi lebih aman dan tangguh dalam menghadapi tantangan keimigrasian." pungkasnya.
| Dirjen Imigrasi Baru Dilantik, Menteri Imipas Tekankan Program Aksi dan Pelayanan Publik |
|
|---|
| Prestasi Fajar di Carabao International Open 2026, POBSI Sulteng Siap Dukung Atlet Cilik |
|
|---|
| Paralayang Internasional Perebutkan Hadiah Rp200 Juta, Atlet dari Tiga Kawasan Dunia Hadir |
|
|---|
| Atlet Paralayang Dunia Bakal Ramaikan Bukit Salena Palu, 65 Peserta dari 11 Negara Sudah Mendaftar |
|
|---|
| Bukit Salena Palu Siap Mendunia, Jadi Lokasi Paragliding Cross Country Series 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/desa-binaan-imigrasi-54.jpg)