Rekam Jejak Ahmad Sahroni, Dicopot dari Pimpinan Komisi III DPR Imbas Pernyataan 'Orang Tolol'

Politisi Partai NasDem, Ahmad Sahroni, dimutasi dari jabatannya, ia tak lagi menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI.

Editor: Lisna Ali
dok. DPR RI
MUTASI AHMAD SAHRONI - Politisi Partai NasDem, Ahmad Sahroni, dimutasi dari jabatannya, ia tak lagi menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI. 

TRIBUNPALU.COM - Politisi Partai NasDem, Ahmad Sahroni, dimutasi dari jabatannya.

Kini ia tak lagi menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI.

Pergantian ini terjadi sepekan setelah pernyataan kontroversialnya terkait menyebut orang yang meminta DPR dibubarkan sebagai 'orang tolol'.

Posisinya kini digantikan oleh politisi Nasdem lainnya.

Nama penggantinya adalah Rusdi Masse Mappasessu.

Rusdi Masse sebelumnya adalah anggota Komisi IV DPR, kini akan memimpin di Komisi III.

Sementara itu, Sahroni dimutasi menjadi anggota biasa yakni duduk di Komisi I DPR.

Baca juga: 2 Petugas Medis Dipukuli Sejumlah Oknum Polisi di Kota Solo, Motor Korban juga Raib

Terkait mutasi itu diketahui dilakukan oleh Fraksi Partai Nasdem

Mereka menerbitkan surat resmi untuk pergantian jabatan ini.

Surat tersebut bernomor F.NasDem.758/DPR-RI/VIII/2025. Surat ini sudah ditandatangani oleh Ketua Fraksi dan Sahroni sendiri.

Surat mutasi itu beredar di kalangan wartawan pada Jumat (29/8/2025).

Berita ini langsung menjadi perbincangan.

Sekretaris Jenderal Partai Nasdem, Hermawi Taslim, membenarkan adanya mutasi ini. 

Hermawi menyebut mutasi ini sebagai rotasi rutin dan  hal yang biasa di dalam partai.

"Rotasi rutin," ujar Hermawi, Jumat (29/8/2025) dikutip dari Kompas.com. 

Ia membantah jika Sahroni dicopot dari jabatannya.

Menurutnya, ini bukanlah sanksi.

"Tidak ada pencopotan, hanya penyegaran," kata Hermawi. 

Saat ditanya apakah ini terkait pernyataan kontroversial Sahroni, Hermawi kembali membantah.

"Rotasi biasa saja," kata Hermawi. 

Untuk diketahui, pernyataan Sahroni yang menuai kontroversi muncul pada Jumat (22/8/2025).

Saat itu ia sedang kunjungan kerja ke Polda Sumut.

Ia menanggapi desakan publik agar DPR dibubarkan.

Desakan itu mencuat seiring munculnya rincian gaji dan penghasilan anggota DPR yang dinilai fantastis hingga Rp 230 juta, namun dinilai tak diimbangi dengan kinerja anggota DPR.

Di sisi lain, adanya kenaikan tunjangan bagi anggota DPR di tengah kondisi ekonomi yang sulit di masyarakat dianggap tidak pantas.

Ahmad Sahroni lalu merespons desakan pembuaran DPR RI itu saat melakukan kunjungan kerja ke Polda Sumut pada Jumat (22/8/2025).

Sahroni menuturkan bahwa desakan untuk membubarkan DPR adalah sikap yang keliru. Ia bahkan ia menyebut pandangan ini sebagai mental orang tolol. 

Sahroni mengingatkan bahwa boleh saja mengkritik DPR, mencacai maki dan komplain. Hanya saja harus punya adat istiadat dan sopan santun dalam menyampaikan kritik.

"Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia. Kenapa? Kita nih memang orang semua pintar semua? Enggak bodoh semua kita," ujar Sahroni saat melakukan kunjungan kerja di Polda Sumut, Jumat (22/8/2025). 

Pernyataan Sahroni tersebut kemudian memunculkan reaksi balik dari publik.

Ahmad Sahroni pun menyampaikan klarifikasi. Ia membantah merendahkan masyarakat yang belakangan menyerukan pembubaran DPR RI.

Ia bahkan mengeklaim, pernyataan "orang tolol sedunia" yang menuai kritik sesungguhnya bukan ditujukan kepada publik, melainkan pada cara berpikir pihak yang menilai DPR bisa begitu saja dibubarkan.

“Kan gue tidak menyampaikan bahwa masyarakat yang mengatakan bubarkan DPR itu tolol, kan enggak ada,” ujar Sahroni saat dihubungi Kompas.com, Selasa (26/8/2025).

“Tapi untuk spesifik yang gue sampaikan bahwa bahasa tolol itu bukan pada obyek, yang misalnya ‘itu masyarakat yang mengatakan bubar DPR adalah tolol’. Enggak ada itu bahasa gue,” imbuh dia. 

Menurut dia, ucapannya dipahami keliru sehingga kemudian digoreng seolah-olah ditujukan kepada masyarakat.

Sahroni menegaskan, yang disorotinya adalah logika berpikir yang menilai DPR bisa dibubarkan hanya karena isu gaji dan tunjangan anggota.

“Iya, masalah ngomong bubarin pada pokok yang memang sebelumnya adalah ada problem tentang masalah gaji dan tunjangan. Nah, kan itu perlu dijelasin bagaimana itu tunjangan, bagaimana itu tunjangan rumah. Kan perlu penjelasan yang detail dan teknis,” tutur Sahroni.

“Maka itu enggak make sense kalau pembubaran DPR, cuma gara-gara yang tidak dapat informasi lengkap tentang tunjangan-tunjangan itu,” ujar dia.

Pernyataan kontroversial ini membuat namanya ramai diperbincangkan di media. Banyak meme yang beredar.

Bahkan ada petisi online untuk pencopotannya. Petisi itu mengumpulkan banyak tanda tangan.

Partai NasDem sendiri tampaknya mengambil sikap tegas. Mereka memutuskan untuk merotasi jabatannya.

Meski disebut sebagai penyegaran, banyak pihak menduga mutasi ini adalah sanksi.

Ini adalah cara partai meredam kontroversi.

Rotasi ini menunjukkan bahwa partai menanggapi serius ucapan Sahroni.

Mereka ingin menghindari citra negatif.

Kini, Sahroni akan memulai tugas baru di Komisi I.

Komisi ini membidangi pertahanan, luar negeri, dan komunikasi.

Sementara itu, Rusdi Masse akan mengambil alih peran di Komisi III.

Komisi ini membidangi hukum dan hak asasi manusia.

Pergantian ini menjadi babak baru bagi keduanya dan juga bagi Fraksi Partai NasDem di DPR.

Baca juga: Ahmad Sahroni Dicopot dari Komisi III DPR Setelah Ucapannya Viral

Profil dan Rekam Jejak Ahmad Sahroni

Ahmad Sahroni lahir di Jakarta Utara pada 8 Agustus 1977.

Sekretaris Fraksi Nasdem di DPR RI ini dikenal sebagai julukan “Crazy Rich Tanjung Priok”.

Ia pernah bekerja sebagai tukang semir sepatu hingga sopir, sebelum sukses sebagai pengusaha transportasi BBM dan properti.

Karier politiknya dimulai sejak bergabung dengan NasDem pada 2013, lalu terpilih menjadi anggota DPR RI pada 2014.

Saat ini, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR dan Bendahara Umum DPP NasDem.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 2024, Sahroni memiliki total kekayaan mencapai Rp328,9 miliar.

Kekayaannya terdiri atas puluhan aset tanah dan bangunan, deretan mobil mewah seperti Ferrari, Porsche, Tesla, Bentley, hingga koleksi motor Harley Davidson.

Ahmad Sahroni bukan nama asing dalam dunia politik dan bisnis Indonesia.

Lahir di Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada 8 Agustus 1977, ia berasal dari keluarga sederhana.

Ibunya pernah berjualan nasi Padang di Pelabuhan Tanjung Priok, sementara masa kecilnya diisi dengan berbagai pekerjaan seperti tukang semir sepatu, ojek payung, hingga sopir antar-jemput anak sekolah.

Perjalanan kariernya terbilang impresif.

Ia pernah menjabat sebagai direktur utama beberapa perusahaan, mengelola bisnis transportasi bahan bakar minyak dengan kapal tongkang, serta merambah dunia properti. Julukan "crazy rich Tanjung Priok" pun melekat pada dirinya, terutama karena kecintaannya pada otomotif.

Ia dikenal sebagai pendiri dan presiden Brotherhood Club Indonesia, serta ketua Ferrari Owner's Club Indonesia.

Di dunia politik, Ahmad Sahroni mulai aktif sejak bergabung dengan Partai NasDem pada tahun 2013.

Setahun kemudian, ia terpilih sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan DKI Jakarta III.

Kini, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI untuk periode 2019–2024 yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan.

Tak hanya di legislatif, Sahroni juga pernah dipercaya Anies Baswedan sebagai Ketua Pelaksana ajang Formula E 2022.

Di internal partainya, ia menjabat sebagai Bendahara Umum DPP NasDem sejak 2019 hingga sekarang.

Dari sisi pendidikan, ia menempuh S-1 di STIE Pelita Bangsa (2009), menyelesaikan S-2 di Stikom InterStudi (2020), dan meraih gelar doktor ilmu hukum dari Universitas Borobudur Jakarta pada 2024.

Harta Kekayaan Ahmad Sahroni

Adapun harta kekayaan Ahmad Sahroni mencapai Rp 328 miliar. 

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan ke KPK pada 21 Februari 2025 untuk periodik 2024, Ahmad Sahroni tercatat memiliki tanah dan bangunan.

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 139.589.309.000

1. Tanah dan Bangunan Seluas 103.46 m2/70 m2 di KAB /KOTA JAKARTA UTARA , HASIL SENDIRI Rp. 1.925.000.000

2. Tanah dan Bangunan Seluas 138 m2/100 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA UTARA , HASIL SENDIRI Rp. 825.000.000

3. Tanah dan Bangunan Seluas 110 m2/100 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA UTARA , HASIL SENDIRI Rp. 825.000.000

4. Tanah dan Bangunan Seluas 200 m2/100 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA UTARA , HASIL SENDIRI Rp. 3.520.000.000

5. Tanah dan Bangunan Seluas 148.4 m2/200 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA PUSAT , HASIL SENDIRI Rp. 20.900.000.000

6. Tanah dan Bangunan Seluas 72 m2/50 m2 di KAB / KOTA BADUNG, HASIL SENDIRI Rp. 15.950.000.000

7. Tanah dan Bangunan Seluas 131 m2/131 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 13.130.000.000

8. Tanah dan Bangunan Seluas 208 m2/100 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA UTARA , HASIL SENDIRI Rp. 3.140.500.000

9. Tanah dan Bangunan Seluas 194 m2/90 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA UTARA , HASIL SENDIRI Rp. 825.000.000

10. Tanah dan Bangunan Seluas 100 m2/90 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA UTARA , HASIL SENDIRI Rp. 825.000.000

11. Tanah dan Bangunan Seluas 131.8 m2/90 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 13.130.000.000

12. Tanah Seluas 4.27 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA PUSAT, HASIL SENDIRI Rp. 4.950.000.000

13. Tanah dan Bangunan Seluas 77 m2/60 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA PUSAT , HASIL SENDIRI Rp. 8.470.000.000

14. Tanah dan Bangunan Seluas 100 m2/100 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA TIMUR , HASIL SENDIRI Rp. 3.630.000.000

15. Tanah dan Bangunan Seluas 356 m2/356 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 22.250.000.000

16. Tanah dan Bangunan Seluas 371 m2/371 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 23.187.500.000

17. Tanah dan Bangunan Seluas 105 m2/84 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA UTARA , HASIL SENDIRI Rp. 1.133.990.000

18. Tanah dan Bangunan Seluas 208 m2/104 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA UTARA , HASIL SENDIRI Rp. 647.319.000

19. Tanah Seluas 51 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA UTARA , HASIL SENDIRI Rp. 325.000.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 38.132.000.000

1. MOBIL, TOYOTA FORTUNER 27SRZ Tahun 2017, HASIL SENDIRI Rp. 485.000.000

2. MOBIL, FERARI 366 Tahun 2012, HASIL SENDIRI Rp.2.500.000.000

3. MOBIL, BMW 1,8 Tahun 2017, HASIL SENDIRI Rp. 2.650.000.000

4. MOBIL, PORSCHE 9E3 RS Tahun 2016, HASIL SENDIRI Rp.6.600.000.000

5. MOTOR, YAMAHA SPORT Tahun 2016, HASIL SENDIRI Rp. 840.000.000

6. MOBIL, HONDA CIVIC Tahun 1989, HASIL SENDIRI Rp. 45.000.000

7. MOBIL, MERCEDES BENZ E320 Tahun 1986, HASIL SENDIRI Rp. 70.000.000

8. MOBIL, TESLA X75D Tahun 2018, HASIL SENDIRI Rp. 2.800.000.000

9. MOBIL, MERCEDES BENZ 280E Tahun 1986, HASIL SENDIRI Rp. 35.000.000

10. MOBIL, HONDA ODYSSEY Tahun 2007, HASIL SENDIRI Rp. 120.000.000

11. MOBIL, HONDA CIVIC LX Tahun 1990, HASIL SENDIRI Rp. 30.000.000

12. MOBIL, MERCEDES BENZ 420 EAGLE SEL Tahun 1986, HASIL SENDIRI Rp. 150.000.000

13. MOBIL, TOYOTA CROWN ROYAL 3.0 AT Tahun 2005, HASIL SENDIRI Rp. 160.000.000

14. MOBIL, MUSTANG SEDAN Tahun 1967, HASIL SENDIRI Rp. 150.000.000

15. MOBIL, VOLKSWAGEN VOLKSWAGEN BEETLE Tahun 1963, HASIL SENDIRI Rp. 100.000.000

16. MOBIL, MERCEDES-BENZ SL 190B Tahun 1957, HASIL SENDIRI Rp. 250.000.000

17. MOBIL, MERCEDES-BENZ 560 SEL Tahun 1990, HASIL SENDIRI Rp. 250.000.000

18. MOBIL, SUZUKI JIMNY Tahun 2020, HASIL SENDIRI Rp. 325.000.000

19. MOBIL, MUSTANG FASTBACH Tahun 1967, HASIL SENDIRI Rp. 190.000.000

20. MOBIL, DAEWOO CIELO Tahun 1997, HASIL SENDIRI Rp. 125.000.000

21. MOBIL, BENTLEY - Tahun 1997, HASIL SENDIRI Rp. 255.000.000

22. MOTOR, VESPA PRIMAVERA Tahun 2020, HASIL SENDIRI Rp. 57.000.000

23. MOTOR, VESPA PRIMAVERA Tahun 2018, HASIL SENDIRI Rp. 55.000.000

24. MOTOR, VESPA KONGO 1963 Tahun 1963, HASIL SENDIRI Rp. 30.000.000

25. MOTOR, HARLEY DAVIDSON ROAD GLIDE Tahun 2022, HASIL SENDIRI Rp. 1.660.000.000

26. MOBIL, HONDA ESTILO Tahun 1997, HASIL SENDIRI Rp. 200.000.000

27. MOBIL, PORSCHE 911 SPORT CLASSIC Tahun 2016, HASIL SENDIRI Rp. 14.000.000.000

28. MOBIL, TESLA CYBER TRUCK Tahun 2024, HASIL SENDIRI Rp. 4.000.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 107.733.500.000

D. SURAT BERHARGA Rp. 60.000.000

E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 78.357.375.541

F. HARTA LAINNYA Rp. ----

Sub Total Rp. 363.872.184.541

III. HUTANG Rp. 34.957.400.269

IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 328.914.784.272. 

(*)

Artikel telah tayang di Bangkapos.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved