Senin, 13 April 2026

Bupati Ikbar Pimpin Serangkaian Program Pangan Hadapi Tekanan Harga Sepanjang Tahun 2025

Bupati Ikbar Pimpin Serangkaian Program Pangan Hadapi Tekanan Harga Sepanjang Tahun 2025

Editor: Content Writer
Pemerintah Kabupaten Konawe
BUPATI KONAWE UTARA - Bupati Konawe Utara (Konut), Ikbar saat membuka Gerakan Pangan Murah di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Konut, Selasa (4/11/2025). Pemerintah mensubsidi hingga 25 persen bahan pangan di GPM. 

TRIBUNPALU.COM - Berbagai negara di dunia masih menghadapi tekanan inflasi yang tinggi, tak terkecuali Indonesia. Memahami betul kondisi ekonomi global dan nasional, Pemerintah Kabupaten Konawe Utara memandang bahwa pengendalian inflasi haruslah dilakukan sejak di tingkat lokal. 

Hal tersebut dilakukan dengan mengnyinergikan kebijakan pengendalian inflasi daerah dengan kebijakan nasional serta memerhatikan faktor eksternal seperti harga pangan global, energi serta kondisi rantai pasok internasional. 

Untuk melanjutkan sinergi dengan strategi nasional dalam pengendalian inflasi, Kabupaten Konawe Utara menetapkan arah kebijakan daerah dalam RPJMD Kabupaten Konawe Utara Tahun 2025-2029. 

Sesuai dengan visi daerah ‘Konawe Utara sebagai rumah bersama yang makin maju dan sejahtera’, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan kesejahteraan melalui stabilitas ekonomi, peningkatan kualitas hidup dan penguatan ketahanan sosial masyarakat. 

Baca juga: Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Kabonga Kecil Donggala

Langkah Konkret Pengendalian Inflasi Konawe Utara

Secara keseluruhan, tekanan inflasi di Konawe Utara tahun 2025 masih tergolong moderat, dengan rata-rata kenaikan harga bahan pokok sekitar 3,3 persen. Kenaikan terbesar bersumber dari kelompok makanan pokok dan hortikultura, sementara komoditas energi dan protein hewani relatif stabil.

Tingkat inflasi juga masih terkendali berkat stabilnya harga energi dan daging, serta efektivitas koordinasi antara kebijakan daerah dan kebijakan nasional dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok. 

Keterlibatan aktif pemerintah daerah melalui berbagai langkah konkret juga turut berperan dalam mengendalikan harga agar tidak meningkat signifikan. 

Contohnya pada awal tahun 2025, saat curah hujan sedang tinggi dan potensi gangguan pasokan pangan meningkat, Bupati Konawe Utara H. Ikbar langsung memimpin Rapat TPID awal tahun untuk menyusun arah kebijakan pengendalian inflasi. 

Pada Januari-Februari 2025, Pemkab Konawe Utara juga telah mengambil beberapa langkah konkret, antara lain:

  • Melakukan Survey Investigation Design (SID) program cetak sawah seluas 500 hektare yang tersebar di Kecamatan Sawa, Oheo, dan Asera.
  • Melaksanakan sidak harga bahan pokok dan LPG 3 Kg di pasar-pasar utama untuk memastikan keterjangkauan harga.
  • Menginisiasi koordinasi awal dengan Bulog, BI, dan Bapanas dalam pengamanan pasokan beras SPHP menjelang musim tanam.

Berkat langkah tersebut, sebanyak lahan 500 Ha dinyatakan layak cetak sawah dengan pasokan bahan pokok di awal tahun tetap aman. Inflasi daerah berhasil terjaga di bawah 3 persen.

Untuk periode Maret-Juni 2025, Bupati Konawe Utara fokus memperkuat produksi pangan lokal untuk menahan tekanan harga akibat cuaca dan distribusi. Langkah yang dilaksanakan, antara lain:

  • Memulai fisik cetak sawah (MC-0) di Kecamatan Sawa sebagai bagian dari program ketahanan pangan daerah.
  • Mendorong realisasi program padi gogo APBN seluas 169 hektare di 12 kecamatan, dengan realisasi tanam mencapai 99,1 persen.
  • Menyalurkan bantuan benih, pupuk, dolomit, dan alat pertanian kepada kelompok tani.
  • Menghadiri panen raya padi dan hortikultura bersama Forkopimda dan masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap produksi lokal.

Produksi padi dan hortikultura meningkat pada periode tersebut. Inflasi sektor pangan berada di level moderat dan stok beras lokal mulai terbentuk di tingkat kecamatan. 

TANAM PADI PEMKAB KONAWE

Langkah dan Respons Bupati Konawe Utara di Musim Kering

Memasuki puncak musim kering, tekanan inflasi meningkat pada komoditas beras dan cabai. Sebagai respons cepat, Bupati melakukan langkah intervensi nyata, yaitu:

  • Memimpin Gerakan Tanam Cabai Serentak se-Sultra di Kecamatan Molawe bersama TP PKK dan masyarakat.
  • Menginstruksikan percepatan pembangunan saluran irigasi dan jalan usaha tani di kawasan cetak sawah baru.
  • Mengkoordinasikan penyaluran beras SPHP dan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada 4.205 KPM di Asera, Oheo, dan Andowia.
  • Menggelar pasar murah terkoordinasi bersama Disperindag dan Bulog untuk menekan harga bahan pokok.

Dengan intervensi nyata, kenaikan harga beras Konawe Utara mampu ditekan di bawah rata-rata provinsi. Inflasi bulanan tetap terkendali sekitar 0,3 persen dan daya beli masyarakat terjaga. 

Untuk periode September hingga Desember 2025 mendatang, Bupati Konawe Utara mengarahkan TPID untuk memperkuat sistem pengendalian inflasi yang lebih digital dan berkelanjutan melalui langkah-langkah berikut:

  • Melaksanakan rapat evaluasi TPID lintas sektor dengan fokus pada penguatan database harga mingguan.
  • Menyusun peta ketahanan pangan daerah berdasarkan hasil realisasi cetak sawah 500 Ha dan padi gogo 169 Ha.
  • Mengintegrasikan program pengendalian inflasi ke dalam RPJMD Konawe Utara 2025–2029
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved