Selasa, 5 Mei 2026

Duduk Perkara Pengeroyokan Guru di Jambi, Bermula dari Kata Kasar dan Tamparan

Dalam rekaman yang beredar, terlihat detik-detik Agus Saputra, guru SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi.

Tayang:
Editor: Imam Saputro
Aro/Grid Oto
Ilustrasi Pengeroyokan - Guru SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi, dikepung dan diserang oleh puluhan siswa di lingkungan sekolahnya sendiri. 

TRIBUNPALU.COM - Viral di media sosial perkelahian di lingkungan sekolah antara guru dan sejumlah siswa.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat detik-detik Agus Saputra, guru SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi, dikepung dan diserang oleh puluhan siswa di lingkungan sekolahnya sendiri.

Insiden ini bermula pada Selasa pagi, saat kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Pendidikan Jasmani berlangsung.

Agus Saputra mengaku mendapat teriakan tidak sopan dari arah siswa di dalam kelas.

Merasa dilecehkan secara verbal, Agus mendatangi kerumunan siswa untuk mencari tahu siapa pelaku utamanya.

“Saya datang ke kelas dan bertanya siapa yang meneriakkan saya dengan kata-kata yang tidak pantas itu,” ujar Agus, dikutip Kamis (15/1/2026).

Setelah salah satu siswa mengaku, Agus mengaku memberikan satu tamparan sebagai bentuk teguran dan pembinaan moral.

Namun, tindakan itu justru menjadi awal dari konflik yang terus membesar.

Alih-alih mereda, masalah berlanjut hingga jam istirahat dan memasuki sore hari. 

GURU DIKEROYOK - Agus Saputra, Guru SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi, yang dikeroyok siswanya. Peristiwa itu dinilai mencoreng dunia pendidikan. Video viral memperlihatkan guru SMK di Jambi dikeroyok siswa. Detik-detik Agus Saputra dilempari batu hingga kasus diselidiki Dinas Pendidikan.
GURU DIKEROYOK - Agus Saputra, Guru SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi, yang dikeroyok siswanya. Peristiwa itu dinilai mencoreng dunia pendidikan. Video viral memperlihatkan guru SMK di Jambi dikeroyok siswa. Detik-detik Agus Saputra dilempari batu hingga kasus diselidiki Dinas Pendidikan. ()

Sekitar pukul 13.00 WIB, pihak sekolah mencoba melakukan mediasi di kantor, yang seluruh prosesnya terekam kamera CCTV.

Namun menurut pengakuan Agus, mediasi tersebut justru membuatnya merasa dipojokkan dan dipaksa mengakui kesalahan yang tidak sepenuhnya ia lakukan.

Ketegangan pun tak terhindarkan.

Saat mediasi berakhir tanpa kesepakatan, suasana berubah drastis.

Detik-Detik Pengeroyokan: Batu dan Bata Melayang ke Arah Guru

Dalam video viral yang beredar, terlihat Agus berada di area kantor sekolah ketika massa siswa dari berbagai kelas mulai mengepungnya.

Situasi dengan cepat berubah menjadi kacau.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved