BPN Sulteng
Perjuangan Kantah Kabupaten Aceh Tamiang Selamatkan 75 Ribu Arsip Pertanahan Pascabencana
Ketika akses mulai sedikit terbuka, pada hari keenam, Evan Rahmaini akhirnya melihat langsung kondisi Kantah.
Ringkasan Berita:
- Bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang terjadi antara 26-30 November 2025, curah hujan tinggi menyebabkan banjir parah, merendam hampir seluruh wilayah hingga kedalaman 4-5 meter.
- Akses menuju kantor terputus selama dua minggu, sehingga penyelamatan arsip tidak bisa dilakukan segera. Setelah akses mulai terbuka, Evan dan stafnya mulai merencanakan strategi pemindahan arsip.
- Kepala Kantah Aceh Tamiang, Evan Rahmaini, menegaskan bahwa arsip pertanahan merupakan bukti hak masyarakat.
TRIBUNPALU.COM - Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang terjadi sejak 26-30 November 2025 silam.
Curah hujan tinggi yang turun tanpa henti menyebabkan hampir seluruh wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang terendam air hingga mencapai 4-5 meter.
Tak hanya genangan air, lumpur setinggi 1-2 meter turut menutup kawasan permukiman, fasilitas umum, hingga perkantoran pemerintahan, memperparah dampak kerusakan yang ditimbulkan.
Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Aceh Tamiang merupakan salah satu kantor pemerintahan yang terdampak paling parah.
Ketinggian air melampaui platform bangunan dan merendam hampir seluruh ruangan. Air beserta lumpur tebal masuk hingga ke ruang arsip yang menyimpan banyak arsip pertanahan.
Di tengah kondisi tersebut, aliran listrik padam total sehingga aktivitas penyelamatan tidak dapat segera dilakukan.
Baca juga: Soroti Debu Tambang, DPRD Morut Panggil 23 Perusahaan
Seluruh arsip terendam, dengan sekitar 75.000 buku tanah dan surat ukur terdampak, belum termasuk warkah dan dokumen pendukung.
Kepala Kantah Kabupaten Aceh Tamiang, Evan Rahmaini, menyampaikan bahwa dokumen tersebut bukan sekadar tumpukan arsip.
“Itu adalah bukti hak masyarakat. Kalau itu rusak atau hilang, yang terdampak adalah kepastian hukum warga,” ujarnya.
Ketika akses mulai sedikit terbuka, pada hari keenam, Evan Rahmaini akhirnya melihat langsung kondisi Kantah. Lumpur menutupi lantai hingga setinggi lutut.
Rak arsip roboh. Banyak bangunan di sekitar kantor juga rusak parah. Ia berdiri di tengah ruangan yang dulu menjadi pusat pelayanan masyarakat, namun berubah menjadi hamparan lumpur pascabencana.
Evan Rahmaini bercerita, upaya penyelamatan arsip tak bisa dilakukan seketika.
Selama dua minggu pascabencana, akses menuju kantor terputus total untuk kendaraan.
Hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki.
| Bicara di Nusantara Young Leaders, Menteri Nusron: Pejabat Sukses Adalah yang Bermanfaat bagi Rakyat |
|
|---|
| Hadiri Perayaan Paskah ATR/BPN, Menteri Nusron: Paskah Bangun Semangat Kebangkitan Bangsa |
|
|---|
| Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan Tinjau Kantah Palangkaraya, Tekankan Pelayanan Tanpa Antrean Panjang |
|
|---|
| Monitoring Layanan, Komisi II DPR RI Kunjungi Kantor Pertanahan Palu Didampingi Kanwil BPN Sulteng |
|
|---|
| Pesan Nusron Wahid soal Layanan ke BPN Riau: Jangan Buat Rakyat Susah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/WhatsApp_Image_2026-02-21_at_09_39_50__1_jpegasa.jpg)