Kamis, 16 April 2026

Riset DIR: Dedi Mulyadi Jadi Gubernur Paling Menyedot Perhatian Publik di Media Massa

Total pemberitaan kepala daerah tingkat provinsi mencapai 1.887.196 berita di media siber, cetak, dan elektronik.

Editor: mahyuddin
Handover
LAPORAN DIR - Laporan tahunan Deep Intelligence Research (DIR) menempatkan Dedi Mulyadi sebagai Gubernur paling menyedot perhatian publik sepanjang satu tahun pertama masa jabatan. Dalam riset bertajuk “Rapor Setahun Pemerintah Daerah Provinsi 2026”, Dedi memuncaki kategori publikasi media sekaligus engagement media sosial, mengungguli sejumlah kepala daerah lain di Indonesia. 

TRIBUNPALU.COM - Laporan tahunan Deep Intelligence Research (DIR) menempatkan Dedi Mulyadi sebagai gubernur paling menyedot perhatian publik sepanjang satu tahun pertama masa jabatan.

Dalam riset bertajuk “Rapor Setahun Pemerintah Daerah Provinsi 2026”, Dedi memuncaki kategori publikasi media sekaligus engagement media sosial, mengungguli sejumlah kepala daerah lain di Indonesia.

Lembaga riset media dan digital berbasis Artificial Intelligence (AI) itu menganalisis pemberitaan dan percekapan publik di media sosial selama periode 20 Februari 2025 hingga 19 Februari 2026.

Total pemberitaan kepala daerah tingkat provinsi mencapai 1.887.196 berita di media siber, cetak, dan elektronik.

Dari keseluruhan pemberitaan itu, tercatat total engagement 5.624.353.582 dengan audience 33.798.508.877.

Sementara di media sosial, terdapat 4.573.206 percakapan, meliputi 112.442 percakapan di X, 204.337 di Facebook, 854.473 di Instagram, 2.063.710 di Tiktok, 27.468 di Threads, dan 1.309.974 di Youtube.

Jumlah media yang dianalisis terdiri dari 11 ribu media online, 200 media cetak, dan 40 media elektronik.

Sementara untuk media sosial, DIR meng-cvrawling semua platform yang ada dan digunakan oleh Masyarakat di Indonesia.

Baca juga: Setahun Dipimpin Anwar-Reny, 400 Kampus Dukung Program Berani Cerdas

Direktur Komunikasi Deep Intelligence Research (DIR), Neni Nur Hayati, menegaskan bahwa satu tahun pertama adalah fase krusial.

“Kami menggunakan metodologi Media Intelligence yang menggabungkan analisis media massa dan digital listening untuk melihat sejauh mana legitimasi publik terbentuk di era keterbukaan informasi ini," ujar Neni dalam peluncuran laporan tersebut di Jakarta, Minggu (22/2/2026).

"Mesin aritifical intelligence kami bekerja meng-crawling data untuk menarik seluruh data pemberitaan dan percakapan public di media sosial dari para gubernur, tentang gubernur dan yang mempercakapkan gubernur,” katanya menambahkan.

Menurut Neni, tahun pertama adalah ujian kepemimpinan situasional.

“Data kami menunjukkan bahwa publik memberikan perhatian sangat tinggi dan harapan besar kepada pemimpin daerah dalam mengeksekusi janji-janji kampanye, program pusat di daerah, dan ketangkasan saat bencana melanda," jelas Neni.

"Total berita tentang gubernur di media mainstraim mencapai 1,887 juta lebih. Engagement di medsos mencapai 5,624 miliar, dengan audiens mencapai 33,798 miliar terlibat. Ini perhatian yang luar biasa, dan harapan yang sangat besar dari masyarakat."

Dalam temuan utama, DIR mencatat tiga kluster isu dominan.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved