Kamis, 16 April 2026

pt vale

PT Vale Mulai Jual Perdana Bijih Nikel dari Proyek IGP Pomalaa

PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, memulai penjualan perdana bijih Nikel dari IGP Pomalaa

Editor: Lisna Ali
Handover
PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, memulai penjualan perdana bijih Nikel dari Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa. 

TRIBUNPALU.COM - PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, memulai penjualan perdana bijih Nikel dari Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa.

Pencapaian ini menandai transisi proyek dari fase konstruksi menuju fase operasional yang menghasilkan pendapatan (revenue-generating phase).

Penjualan perdana ini dilakukan melalui aktivasi area oresell di Pit PB5 dan Pit PB1.

Kedua lokasi tersebut memiliki kapasitas penampungan hingga 4 juta wet metric ton (Mwmt) bijih limonit, yang berfungsi sebagai penyangga stok (inventory buffer) untuk menjamin keberlanjutan pasokan ke fasilitas pengolahan.

Director and Chief Project Officer PT Vale, Muhammad Asril, mengatakan bahwa langkah ini merupakan strategi untuk menjaga ritme produksi dan optimalisasi distribusi material.

"Kami memastikan pencapaian target IGP Pomalaa tetap sejalan dengan prinsip operational excellence dan praktik pertambangan berkelanjutan," ujarnya melalui rilis yang diterima TribunPalu.com, Selasa (3/3/2026).

igp pomala254
PT VALE - Memasuki Maret 2026, IGP Pomalaa menargetkan kapasitas produksi sebesar, 300.000 ton limonit per bulan atau sekitar 9.677 ton per hari.

Baca juga: PT Vale Resmikan Revitalisasi Pasar Mekongga dan Nursery di Hari Jadi Kolaka

Progres Konstruksi dan Target Produksi

Hingga Januari 2026, total progres konstruksi IGP Pomalaa telah mencapai 65,76 persen.

Pembangunan infrastruktur utama, seperti Main Haul Road (MHR) menuju stockpile, tercatat sudah mencapai 40 persen.

Jalur ini diproyeksikan menjadi tulang punggung logistik untuk menekan biaya operasional dan mencegah hambatan distribusi.

Memasuki Maret 2026, IGP Pomalaa menargetkan kapasitas produksi sebesar, 300.000 ton limonit per bulan atau sekitar 9.677 ton per hari.

Baca juga: PT Vale dan Pemkab Luwu Timur Bahas Penguatan Kolaborasi di Kementerian ESDM

Perkuat Hilirisasi Nasional

Dengan nilai investasi terintegrasi mencapai Rp74,44 triliun (±US$4,43 miliar), proyek ini menjadi pilar strategis dalam agenda hilirisasi nikel nasional.

Nikel yang dihasilkan akan difokuskan untuk mendukung rantai pasok baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle) dan sistem penyimpanan energi global.

Langkah ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pemilik cadangan Nikel terbesar di dunia dalam peta persaingan mineral kritis global. 

Melalui integrasi tambang dan pengolahan, PT Vale berkomitmen menciptakan nilai tambah domestik serta efisiensi modal jangka panjang bagi pemangku kepentingan.(*)

Update informasi lainnya di Facebook, Instagram, Tiktok dan WA Channel

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved