Mojtaba Khamenei Dikabarkan Terpilih Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Ini Sosoknya
Mojtaba Khamenei, putra kedua dari Ali Khamenei, dikabarkan telah terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru.
Meskipun banyak pihak sejak lama meyakini bahwa Mojtaba akan menjadi kandidat terdepan untuk menggantikan Khamenei, para ahli memiliki pandangan yang berbeda.
Khamenei sendiri dilaporkan tidak memasukkan Mojtaba dalam daftar calon pengganti yang dibuatnya tahun lalu.
Dalam kalangan ulama Muslim Syiah Iran, suksesi ayah ke anak tidak dipandang positif.
Ali Khamenei Tewas
Sebelumnya, pernyataan resmi dikeluarkan pemerintah Iran terkait kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei.
Selain Ali Khamenei, serangan gabungan AS dan Israel juga turut menewaskan putri, menantu, dan cucu pemimpin tertinggi Iran tersebut.
Berikut pernyataan pemerintah Iran melansir dari Tribunnews.com, Minggu (1/3/2026)
Dengan nama Tuhan Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
"Orang-orang yang berbuat zalim akan mengetahui ke mana mereka akan dikembalikan." (Surat Asy-Syu’ara Ayat 227)
Rakyat Iran yang terhormat dan penuh kebanggaan!
Dengan kesedihan dan duka mendalam, diumumkan bahwa setelah serangan brutal oleh pemerintah kriminal Amerika dan rezim Zionis yang keji, teladan iman, jihad, dan perlawanan, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Ayatollah Agung Imam Khamenei, telah meraih anugerah besar berupa kesyahidan.
Beliau adalah penerus sejati Ruhullah (Imam Khomeini) yang selama lebih dari 37 tahun kepemimpinan bijak, memegang panji terdepan Islam dengan keberanian dan iman teguh, membuka babak baru dalam sejarah pemerintahan Islam, dan hingga akhir hayatnya yang penuh berkah, memimpin umat Islam melawan kekafiran, tirani, dan kesombongan.
Baca juga: Selain Ali Khamenei, Ini 7 Nama Petinggi Iran yang Tewas dalam Serangan AS-Israel
Syahid yang mulia, Ayatollah Agung Imam Khamenei, teladan pengorbanan dan perlawanan di era kini, adalah “Imam janji tulus, Imam harapan dan kekuatan” di benak kaum merdeka, tertindas, dan para pejuang dunia.
Namanya akan abadi bersama “Khomeini Sang Agung” di hati bangsa-bangsa dunia. Keilmuan luas, penguasaan ilmu kontemporer, kebijaksanaan, pandangan jauh, iman murni, ketulusan dalam amal, tekad baja, keyakinan mendalam pada kata dan perbuatannya, keberanian tiada banding, pengetahuan agama yang luas, jiwa lembut dan suci, serta harapan dan tawakal kepada Sang Pencipta adalah ciri khas luar biasa dari pribadi besar ini yang jarang ditemukan pada pemimpin politik mana pun.
Pemerintah Republik Islam Iran menyampaikan belasungkawa atas kehilangan besar ini kepada Qa’im al-Mahdi (semoga jiwa kami dikorbankan untuk beliau), bangsa Iran yang mulia, umat Islam yang agung, dan seluruh kaum merdeka di dunia.
Sebagai bentuk simpati kepada bangsa Iran yang tangguh, pemerintah menetapkan 40 hari berkabung nasional dan 7 hari libur umum.
| Trump Buka Suara Usai Insiden Penembakan Acara Makan Malam, Bantah Suruhan dari Iran |
|
|---|
| Suara Tembakan Bubarkan White House Dinner, Trump Selamat Usai Dievakuasi, Tamu Sembunyi Ketakutan |
|
|---|
| Trump Batalkan Utusan ke Pakistan, Klaim AS Berada di Posisi Paling Kuat dari Iran |
|
|---|
| AS Umumkan Lagi Gencatan Senjata, Iran Tak Peduli: Kemana Arah Konflik AS-Iran Ini Akan Berakhir? |
|
|---|
| Iran Curiga Perpanjangan Gencatan Senjata Trump Hanya Kedok Siapkan Pasukan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Mojtaba-Khamenei.jpg)