Senin, 4 Mei 2026

Kasus Andrie Yunus, Polisi Kantongi 86 CCTV dan Identitas 4 Orang Eksekutor

Kepolisian hingga kini terus berupaya mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Tayang:
Editor: Lisna Ali
kolase Tribunnews dan Kompas TV
KORBAN AIR KERAS - Kepolisian hingga kini terus berupaya mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. 

TRIBUNPALU.COM - Kepolisian hingga kini terus berupaya mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Hingga hari keenam penyelidikan, pihak kepolisian belum berhasil menangkap para pelaku penyerangan tersebut.

Sejauh ini, penyidik telah mengamankan 86 rekaman CCTV dari berbagai titik di wilayah Jakarta.

Rekaman tersebut digunakan untuk melacak jejak pelarian para pelaku pascakejadian.

Hasil analisis sementara menunjukkan bahwa eksekutor lapangan dalam kasus ini berjumlah empat orang.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa pihaknya masih terus mengusut tuntas kasus ini.

Hal itu sesuai dengan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

"Kemarin bapak presiden sudah jelas memerintahkan kita harus mengusut tuntas, tentunya saat ini Polri sedang bekerja," kata Sigit kepada wartawan di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Rabu (18/3/2026).

Selain rekaman CCTV, Polri juga tengah mencari sumber informasi dan alat bukti tambahan lainnya.

Sigit memastikan proses hukum akan berjalan secara transparan dan profesional sesuai prosedur yang berlaku.

Ia pun meminta masyarakat untuk bersabar serta memberikan dukungan agar kasus ini segera terungkap.

"Yang jelas tentunya kita tidak berhenti sampai di situ. Namun juga mencari sumber-sumber informasi, alat bukti lain, barang bukti lain yang kemudian semua kita satukan untuk betul-betul bisa membuat kasus ini menjadi terungkap, ataupun paling tidak menjadi terang benderang," ungkapnya.

Baca juga: Andrie Yunus Ternyata Sudah Diintai Sebelum Disiram Air Keras, Ketua YLBI: Kami Punya Buktinya

Sigit mengatakan nantinya proses penyidikan bakal dilakukan secara transparan dan profesional sesuai dengan prosedur yang berlaku.

"Saya kira saat ini seluruh anggota kami sedang bekerja dan mohon doanya untuk hasilnya bisa segera didapat," tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (12/3/2026) malam

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved