Kamis, 16 April 2026

Respons Bahlil Soal Isu BBM Naik, Minta Tunggu Keputusan dari Presiden

Isu kenaikan Harga BBM per 1 April 2026 ditanggapi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

Editor: Lisna Ali
Taufik Ismail/Tribunnews.com
TANGGAPAN BAHLIL - Foto Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, (10/6/2025). Isu kenaikan Harga BBM per 1 April 2026 ditanggapi oleh Bahlil Lahadalia, Bahlil meminta publik untuk bersabar dan menunggu pengumuman dari Presiden. 

TRIBUNPALU.COM - Isu kenaikan Harga BBM per 1 April 2026 ditanggapi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

Bahlil menegaskan bahwa dalam setiap pengambilan keputusanPresiden Prabowo Subianto selalu menempatkan kondisi ekonomi masyarakat.

Pemerintah menyadari adanya keresahan di tengah masyarakat terkait kabar penyesuaian harga bahan bakar yang dipicu oleh gejolak harga minyak mentah dunia.

Menteri ESDM memastikan bahwa arahan Presiden Prabowo tetap memperhatikan daya beli rakyat di tingkat bawah dalam kebijakan subsidi energi.

"Insya Allah atas arahan Bapak Presiden untuk BBM subsidi sampai dengan sekarang saya pikir Bapak Presiden punya hatilah untuk memperhatikan rakyat kecil.

Percayalah nanti tunggu tanggal mainnya Bapak Presiden akan memutuskan seperti apa untuk kebaikan rakyat bangsa dan negara," ujar Bahlil saat ditemui di lokasi penginapan Presiden Prabowo Subianto di Tokyo, Jepang, dikutip dari Tribunnews, Senin (30/3/2026).

Bahlil meminta publik untuk bersabar dan menunggu pengumuman dari Presiden.

Ucapannya itu memberikan jawaban soal isu yang beredar menyebut Harga BBM akan naik per 1 April mendatang.

Hal ini menyusul lonjakan harga minyak dunia yang menembus 115 dolar AS per barel.

Baca juga: Wakil Bupati Sigi Hadiri Paripurna DPRD Sigi, Tekankan Evaluasi, Sinergi, dan Peningkatan Pelayanan

Lonjakan harga minyak dunia menyusul perang di Timur Tengah membuat sejumlah negara tetangga Indonesia seperti Thailand, Filipina, dan Australia menaikkan harga BBM.

Sementara itu, pemerintah Indonesia menegaskan Harga BBM subsidi belum naik untuk menjaga daya beli masyarakat.

Bahlil memahami tekanan geopolitik global membuat harga minyak mentah melonjak tinggi. Akan tetapi pemerintah tetap mengupayakan stabilitas di dalam negeri.

"Harga sekarang sudah mencapai 115 dolar AS (per barel). Di dalam negeri (harga) masih stabil.

Bapak Presiden kita ini kan tiap hari memikirkan tentang bagaimana pembangunan negara tapi juga bagaimana memperhatikan kebutuhan dan kondisi masyarakat kita di bawah," tambahnya.

Terkait dengan rencana kenaikan harga, Bahlil menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah melindungi golongan masyarakat yang berhak menerima subsidi.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved