Senin, 8 Juni 2026

BMKG Cabut Peringatan Tsunami Maluku-Sulut, Minta Warga Tetap Waspada Gempa Susulan

Peringatan dini tsunami untuk wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara kini berakhir.

Tayang:
Editor: Lisna Ali
Tribungorontalo.com
GEMPA BUMI - Peringatan dini tsunami untuk wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara kini berakhir. 

TRIBUNPALU.COM - Peringatan dini tsunami untuk wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara kini berakhir.

Sebelumnya Gempa Bumi tektonik bermagnitudo 7,6 mengguncang wilayah tersebut pada Kamis (2/4/2026).

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan bahwa kondisi muka air laut saat ini sudah menunjukkan penurunan yang stabil.

"Dengan memperhatikan kondisi terkini, tidak ada lagi kenaikan muka air laut signifikan, maka peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir pada pukul 09.56 WIB," ujar Faisal dalam konferensi pers daring, Kamis (2/4/2026).

Berdasarkan prosedur operasi standar (SOP), status peringatan dini tsunami dapat diakhiri jika ancaman gelombang besar sudah tidak terdeteksi.

Meskipun status tsunami berakhir, BMKG meminta masyarakat pesisir untuk tetap tenang namun waspada terhadap lingkungan sekitar.

Faisal mengatakan dengan berakhirnya status tersebut, tim penyelamat seperti BPBD dan SAR dapat mulai masuk ke wilayah terdampak untuk melakukan evakuasi, asesmen kerusakan, serta penanganan lanjutan.

Selama periode pemantauan, tsunami terdeteksi di sejumlah titik dengan ketinggian bervariasi. 

Baca juga: Upayakan Kepastian Hukum, Gubernur Sulteng Laporkan Data Konflik Lahan ke Menteri ATR/BPN

Di Halmahera Barat tercatat setinggi 0,3 meter, kemudian di Bitung 0,2 meter, serta di Minahasa Utara mencapai 0,75 meter. 

Selain itu, gelombang juga terpantau di beberapa lokasi lain seperti Sidangoli, Tagulandang, Belang, hingga Bumbulan dengan tinggi antara 0,13 hingga 0,68 meter.

BMKG juga mencatat peningkatan aktivitas gempa susulan. Hingga pukul 09.50 WIB, tercatat sebanyak 48 gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo berkisar antara 3 hingga 5,5, dan dua di antaranya dirasakan oleh masyarakat

Meski peringatan dini telah berakhir, BMKG menegaskan akan terus memantau perkembangan aktivitas gempa di wilayah tersebut dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"BMKG terus melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk BNPB yang saat ini dalam perjalanan menuju lokasi terdampak," kata Faisal.

Baca juga: Gempa M 7,6 Guncang Bitung, Sulawesi Utara, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami untuk 7 Wilayah

PTWC Peringatkan Malaysia dan Filipina 

Sebelumnya, Pacific Tsunami Warning Center (PTWC) yang berbasis di Hawaii juga mengeluarkan peringatan dini, menyebut potensi gelombang berbahaya dalam radius hingga 1.000 kilometer dari pusat gempa. 

Wilayah yang masuk dalam cakupan peringatan meliputi pesisir Indonesia, Filipina, hingga Malaysia.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved