Minggu, 3 Mei 2026

Iran Tak Percaya Misi SAR Pilot AS, Sebut Ada Upaya untuk Curi Uranium

Pemerintah Teheran menuding misi pencarian dan penyelamatan (SAR) yang dilakukan militer Amerika Serikat hanyalah sebuah operasi penipuan

Tayang:
Editor: Lisna Ali
MANDEL NGAN / AFP
Pemerintah Teheran menuding misi pencarian dan penyelamatan (SAR) yang dilakukan militer Amerika Serikat hanyalah sebuah "operasi penipuan" untuk mencuri material nuklir strategis. 

TRIBUNPALU.COM - Hubungan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas.

Hal ini menyusul insiden jatuhnya jet tempur F-15E Strike Eagle milik Pentagon.

Terbaru, Pemerintah Teheran menuding misi pencarian dan penyelamatan (SAR) yang dilakukan militer Amerika Serikat hanyalah sebuah "operasi penipuan" untuk mencuri material nuklir strategis.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan misi tersebut sebenarnya bertujuan untuk mencuri material nuklir strategis dari wilayah kedaulatan mereka.

Tuduhan ini muncul setelah Presiden Donald Trump mengeklaim keberhasilan pasukannya dalam menyelamatkan kru jet tempur yang jatuh tersebut.

Namun, Baqaei, langsung membantah narasi heroik tersebut dengan membeberkan sejumlah kejanggalan teknis di lapangan.

Menurut Baqaei, koordinat yang diklaim Amerika sebagai lokasi penemuan pilot berada sangat jauh dari titik pendaratan darurat yang dilaporkan sebelumnya. 

Hal ini memicu spekulasi bahwa unit pasukan khusus AS sebenarnya sedang menyisir area sensitif lainnya.

“Kemungkinan bahwa ini adalah operasi penipuan untuk mencuri uranium yang diperkaya sama sekali tidak boleh diabaikan,” tegas Baqaei dalam pernyataan resminya.

Target Strategis: Uranium yang Diperkaya

Teheran mencurigai bahwa Pentagon memanfaatkan momentum jatuhnya pesawat untuk menyusupkan tim ke dekat fasilitas nuklir. 

Baca juga: Dinkes Parigi Moutong Siapkan Program Simpatik, Puskesmas Bakal Sajikan Minuman dan Musik Relaksasi

Sebagaimana dilaporkan Eurasian Times, uranium yang diperkaya adalah aset paling dijaga ketat karena fungsinya sebagai komponen krusial energi nuklir sekaligus potensi penggunaan di sektor militer.

Bagi Iran, setiap pergerakan asing yang mendekati zona nuklir dianggap sebagai ancaman eksistensial terhadap keamanan nasional dan posisi tawar geopolitik mereka. 

Kecurigaan ini mencerminkan betapa sensitifnya isu nuklir di panggung internasional, di mana satu langkah salah dapat memicu ketidakstabilan global.

Konflik ini kini tidak lagi sekadar adu kekuatan militer di udara, melainkan telah bergeser menjadi persaingan intelijen tingkat tinggi dalam perebutan kendali atas sumber daya nuklir yang sangat strategis.

Uranium Jadi Isu Sensitif Global

Berdasarkan laporan pengawas nuklir dunia dan sejumlah analis, Iran diperkirakan memiliki sekitar 440 kilogram uranium yang diperkaya hingga 60 persen, tingkat yang sudah mendekati kategori bahan baku senjata nuklir.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved