Jumat, 24 April 2026

PT Vale

PT Vale Cetak Pertumbuhan Laba 32 Persen, Bukukan 76,1 Juta Dolar AS di 2025

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengumumkan pencapaian kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun buku 2025 dengan raihan laba bersih yang signifikan.

Editor: Lisna Ali
Handover
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengumumkan pencapaian kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun buku 2025 dengan raihan laba bersih yang signifikan. 

TRIBUNPALU.COM - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengumumkan pencapaian kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun buku 2025 dengan raihan laba bersih yang signifikan.

Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar 76,1 juta Dolar AS, dengan mengalami pertumbuhan sebesar 32 persen dibandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya.

Pencapaian ini terbilang signifikan mengingat kondisi pasar nikel global yang sedang mengalami tekanan harga realisasi rata-rata sepanjang tahun tersebut.

Adapun keberhasilan ini merupakan buah dari strategi yang tepat dalam menjaga ritme operasional di seluruh lini pertambangan.

"Kinerja 2025 yang solid mencerminkan ketangguhan dalam menghadapi dinamika lingkungan pasar," tulis pernyataan Perseroan dalam rilis yang diterima TribunPalu.com, Selasa (14/4/2026).

Lebih lanjut, manajemen menambahkan bahwa pencapaian ini menjadi modal penting bagi perusahaan untuk terus bergerak maju di tahun-tahun mendatang.

"Hal ini juga memperkuat fondasi untuk pertumbuhan berkelanjutan jangka panjang perusahaan," lanjutnya.

Dari sisi pendapatan, emiten berkode saham INCO ini mengantongi AS$990,2 juta, atau naik sekitar 4 persen dari perolehan tahun 2024 sebesar AS$950,4 juta.

Kenaikan pendapatan ini salah satunya ditopang oleh volume pengiriman nikel dalam matte yang mencapai angka 73.093 metrik ton.

Selain itu, perusahaan juga sukses menerapkan disiplin efisiensi biaya sehingga mampu menekan biaya kas penjualan hingga ke level terendah dalam empat tahun terakhir.

Baca juga: Sigi Siapkan Lahan Sekolah Nasional Terintegrasi, Survei Kementerian Segera Dilakukan

Biaya kas tersebut berhasil ditekan menjadi AS$9.339 per ton, lebih efisien dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka AS$9.374 per ton.

Perseroan juga melaporkan bahwa ekspansi portofolio melalui penjualan bijih nikel dari Blok Bahodopi dan Blok Pomalaa mulai membuahkan hasil.

Khusus untuk proyek di Pomalaa, saat ini progres pengerjaan di lapangan telah menunjukkan perkembangan yang sangat menggembirakan bagi para pemangku kepentingan.

Hingga akhir tahun 2025, proyek pertambangan di wilayah tersebut tercatat telah mencapai kemajuan fisik hingga sekitar 60 persen dari target.

Sementara itu, konstruksi untuk proyek High Pressure Acid Leaching (HPAL) juga terus dikebut dan kini progresnya telah mencapai angka 50 persen.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved