Imunisasi Campak MR untuk Dokter dan Tenaga Kesehatan di RS
Berdasarkan evaluasi dari minggu pertama hingga minggu ke-13 tahun 2026, terjadi penurunan.
Ringkasan Berita:
- Kemenkes RI meluncurkan program vaksinasi campak (Measles Rubella/MR) khusus tenaga medis, tenaga kesehatan, dan dokter internsip di 14 provinsi dengan kasus tertinggi.
- Program bertujuan melindungi tenaga kesehatan yang memiliki risiko tinggi terhadap penularan campak, meskipun data nasional menunjukkan penurunan kasus dari 2.220 pada minggu pertama menjadi 195 pada minggu ke-13 tahun 2026.
TRIBUNPALU.COM - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) meluncurkan program vaksinasi campak atau Measles Rubella (MR) yang ditujukan khusus bagi tenaga medis, tenaga kesehatan, serta dokter internsip.
Program ini mulai diterapkan secara serentak di berbagai rumah sakit yang berada di wilayah dengan tingkat penyebaran kasus tertinggi.
“Pada hari ini, kami memulai imunisasi campak untuk tenaga medis dan tenaga kesehatan yang bertugas di Rumah Sakit Kementerian Kesehatan serta RSUD di 14 provinsi dengan kasus campak terbanyak, termasuk dokter internsip di seluruh Indonesia,” ujar Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI, dr. Andi Saguni, MA, saat konferensi pers daring melalui Zoom.
Menurut dr. Andi, Kementerian Kesehatan berkomitmen melindungi tenaga medis dan tenaga kesehatan, kelompok yang memiliki risiko tinggi terhadap penularan campak, melalui pemberian imunisasi MR.
Meski data nasional menunjukkan penurunan jumlah kasus campak sejak awal tahun, tenaga kerja di fasilitas pelayanan kesehatan tetap dianggap rentan dan berisiko tinggi.
Berdasarkan evaluasi dari minggu pertama hingga minggu ke-13 tahun 2026, terjadi penurunan signifikan jumlah kasus campak secara nasional.
Baca juga: Pemkab Morowali Utara Tingkatkan Kualitas Arsip di Era Digital
“Jika kita lihat data minggu pertama, jumlah kasus mencapai 2.220, sementara pada minggu ke-13 tinggal 195 kasus. Ini menunjukkan penurunan yang konsisten dari minggu ke minggu,” jelas dr. Andi.
Meskipun grafik menunjukkan tren menurun, pengawasan ketat tetap diperlukan, terutama di wilayah aglomerasi yang masih berisiko tinggi.
“Di Provinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Kabupaten Dompu, pengawasan dan antisipasi harus diperketat,” tambahnya.
Program imunisasi MR ditargetkan untuk 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus tertinggi, serta 28.321 dokter umum dan dokter gigi internsip di seluruh Indonesia.
Vaksinasi ini akan dilakukan secara bertahap, bukan serentak seluruhnya.
“Hari ini pencanangan dimulai, dan hingga saat ini sudah ada 565 tenaga kesehatan, termasuk tenaga medis, yang menerima imunisasi campak. Program ini akan terus berjalan hingga semua tenaga kesehatan dan tenaga medis mendapatkan vaksinasi,” ujar dr. Andi.
Baca juga: Ekspor ke Tiongkok, Badan Karantina Indonesia Sebut Harga Durian Sulteng Naik 20–30 Persen
Pelaksanaan vaksinasi MR disesuaikan dengan riwayat imunisasi masing-masing tenaga kesehatan.
| Kemenkes Perluas Sasaran Vaksinasi MR, Kini Tenaga Medis dan Dokter Magang Wajib Divaksin |
|
|---|
| DPRD Sigi Matangkan Raperda Kesehatan Reproduksi untuk Atasi Tingginya Pernikahan Anak |
|
|---|
| Kemenkes RI Siapkan Juknis Pembentukan Tim Pertimbangan di RSUD Tora Belo Sigi |
|
|---|
| DPRD Sigi Konsultasikan Raperda Kesehatan Reproduksi dengan Kemenkes RI |
|
|---|
| Pemkab Morowali Gelar Lokakarya Penyusunan Dokumen Penanggulangan AIDS, TBC, dan Malaria |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Nakes-RSU-Sis-Aljufri.jpg)