Kamis, 7 Mei 2026

Haji 2026

Tips Jemaah Haji Perempuan Menghadapi Haid Saat Berihram

Setelah suci, barulah jemaah haji perempuan dapat melaksanakan umrah wajibnya, termasuk tawaf dan sa’i.

Tayang:
Editor: Regina Goldie
Media Centeri Haji/MCH 2025/Dewi Agustina
Niat ihram dari miqat merupakan salah satu kewajiban utama dalam pelaksanaan ibadah haji yang tidak boleh ditinggalkan oleh jemaah, termasuk oleh perempuan. 

Ringkasan Berita:
  • Jemaah haji perempuan tetap bisa melanjutkan ibadah haji meski mengalami haid setelah berniat ihram, tanpa membatalkan ihram. 
  • Namun, pelaksanaan umrah, terutama tawaf, harus ditunda sampai suci. Selama haid, jemaah diminta tetap berada di hotel dan menjaga larangan ihram, yang meliputi larangan menutup telapak tangan atau muka, memakai wangi-wangian, memotong kuku atau rambut, memburu binatang, bersetubuh, melakukan perbuatan maksiat, dan beberapa larangan lainnya sesuai ketentuan fikih.

Laporan langsung wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji 2026 dari Arab Saudi, Sri Juliati

TRIBUNPALU.COM - Niat ihram dari miqat merupakan salah satu kewajiban utama dalam pelaksanaan ibadah haji yang tidak boleh ditinggalkan oleh jemaah, termasuk oleh perempuan.

Namun, bagaimana jadinya jika setelah niat ihram dari miqat, tiba-tiba haid atau justru malah haid sebelum mengambil miqat?

Ternyata, jemaah haji perempuan yang mengalami haid setelah berniat ihram tetap dapat melanjutkan rangkaian ibadah haji sesuai ketentuan fikih, tanpa harus membatalkan ihramnya.

Demikian disampaikan Kepala Seksi Bimbingan Ibadah dan KBIHU PPIH Arab Saudi Daerah Kerja Makkah, Erti Herlina setelah kegiatan visitasi dan edukasi di Jawharat Altalayie Hotel, Syisyah, Makkah.

"Bagi jemaah haji perempuan yang ketika berangkat dalam kondisi haid, tetap wajib ikut miqat. Niat dari dalam pesawat atau di yalamlam atau ketika lupa, bisa mengambil miqat di Jeddah ketika sampai di bandara," ujarnya saat ditemui tim Media Center Haji (MCH), Rabu (6/5/2026).

Terkait pelaksanaan umrah terutama tawaf di Masjidil Haram, lanjut Erti, harus ditunda hingga jemaah haji dalam keadaan suci.

Baca juga: Kanwil BPN Sulteng Laksanakan Pemeriksaan Tanah dan Sidang Panitia B Permohonan HGU di Morut

Dengan demikian, jemaah perempuan yang sedang haid diminta untuk tetap berada di hotel sembari menunggu masa haid selesai. 

"Selama itu, mereka tetap wajib menjaga seluruh larangan ihram," tegas Erti.

Setelah suci, barulah jemaah haji perempuan dapat melaksanakan umrah wajibnya, termasuk tawaf dan sa’i.

Larangan Ihram

Diketahui, ihram yaitu niat seseorang untuk melaksanakan haji, yang dimulai pada batas waktu (miqat zamani) dan batas tempat (miqat makani) yang ditentukan.

Jemaah haji/umrah yang melanggar larangan selama berihram akan dikenakan dam (denda) sesuai dengan apa yang dilanggar.

Adapun larangan ihram yang wajib dijauhi bagi jemaah haji perempuan adalah: 

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved