Senin, 1 Juni 2026

Hotman Paris Meradang, Desak Menteri HAM Natalius Pigai Mundur, Ini Alasannya

Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea membeberkan alasannya mendesak Presiden Prabowo Subianto agar segera mencopot Natalius Pigai

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Lisna Ali
kolase Tribunnews/ist
COPOT MENTERI HAM - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea membeberkan alasannya mendesak Presiden Prabowo Subianto agar segera mencopot Natalius Pigai 

TRIBUNPALU.COM - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea membeberkan alasannya mendesak Presiden Prabowo Subianto agar segera mencopot Natalius Pigai dari kursi menteri.

Kegeraman advokat senior ini dipicu oleh kepemimpinan Natalius Pigai yang dinilai tidak membawa asas manfaat dan hanya memboroskan keuangan negara.

Hal tersebut disampaikan oleh Hotman Paris melalui sebuah unggahan video di akun Instagram pribadinya @hotmanparisofficial, Senin (25/5/2026).

Hotman menilai keberadaan Kementerian HAM saat ini sama sekali tidak memberikan manfaat dan hanya membuang-buang anggaran negara.

Ia lantas membandingkan kinerja kementerian tersebut dengan Tim Hotman 911 miliknya yang aktif memberikan bantuan hukum cuma-cuma kepada warga.

Hotman Paris menegaskan bahwa kritik tajam ini ia sampaikan murni sebagai aspirasi warga negara pembayar pajak, bukan karena ingin mencari panggung politik di hadapan Presiden Prabowo Subianto.

"Lembaganya, Kementerian HAM bubarkan! Belum ada prestasi apa pun, dari awal minta anggaran besar, anggaran besar, anggaran besar."

"Hei, halo Pak Menteri, tahu diri dong. Kau mundur deh, tidak ada prestasimu. Mundur kau! Ya, hei Menteri HAM, mundur kau!" kata Hotman Paris.

Ia menambahkan bahwa uang pajak yang disetorkan masyarakat seharusnya dialokasikan untuk program yang lebih memprioritaskan kesejahteraan rakyat luas.

Lebih lanjut, Hotman menyayangkan sikap instansi baru tersebut yang sejak awal dinilai terlalu fokus menuntut alokasi dana besar.

"Halo Bapak Presiden Republik Indonesia yang terhormat, tolong segera itu tutup Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM), tidak guna itu, tidak guna. Dengan menterinya yang begitu tidak guna, sudahlah. Mendingan uang pajak yang kami bayar itu dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat," ujar Hotman Paris dengan nada tinggi.

Video tersebut pun dengan cepat menyita perhatian warganet dan memancing beragam tanggapan di media sosial.

Sebagian publik mendukung kritik tersebut, sementara lainnya menilai pernyataan Hotman terlalu keras terhadap lembaga negara.

Baca juga: Ketua DPRD Morowali Utara Warda Dg Mamala Bagikan 26 Sapi Kurban di Momen Idul Adha 2026

Singgung soal Anggaran

Dalam orasinya, Hotman Paris mempertanyakan kualitas dari figur pembantu presiden tersebut.

Pria yang kerap berpenampilan nyentrik ini menyayangkan sikap sang menteri yang menurutnya lebih sering melontarkan pernyataan tidak bermutu di ruang digital alih-alih menyelesaikan sengkarut persoalan kemanusiaan di lapangan.

Ia menegaskan, keluhan yang disuarakannya bukan tanpa dasar.

Hotman membandingkan kinerja kementerian tersebut dengan realitas ribuan kasus pelanggaran HAM berat di berbagai daerah yang dinilainya luput dari perhatian pemerintah.

"Ribuan pelanggaran kasus Hak Asasi Manusia (HAM) yang sangat berat. Coba tanya, siapa nama Menteri HAM itu, apa yang sudah ia perbuat? Omongannya tidak pernah bermutu di media sosial, itu melukai hati rakyat," cetusnya ketus.

Menurut Hotman, pembubaran Kementerian HAM merupakan langkah rasional karena fungsi pengawasan dan penanganan Hak Asasi Manusia sebenarnya sudah diakomodasi oleh banyak lembaga negara lain yang sudah ada sebelumnya.

"Kan menyangkut hak asasi sudah banyak lembaga lain yang juga menangani, banyak lembaga lain. Lembaga ini, lembaga ini, pusing saya melihatnya, kebanyakan. Ya, sekali lagi copot Menteri HAM! Saya pribadi tidak setuju sebagai warga pembayar pajak. Jangan pakai uang rakyat membiayai menteri dengan kualitas seperti itu," tambahnya lagi.

Baca juga: Beasiswa Kalla 2026 Resmi Dibuka, Komitmen Dukung Generasi Muda Berdaya

Bandingkan dengan Tim Hotman 911

Guna membuktikan kritiknya, Hotman Paris membeberkan bahwa penanganan kasus-kasus yang menyentuh hak dasar rakyat kecil justru lebih banyak diselesaikan oleh tim hukum swasta miliknya, Hotman 911, tanpa menggunakan fasilitas negara.

Ia mencontohkan langkah konkret hari ini, di mana dirinya menerjunkan sebanyak 10 personel kuasa hukum ke Mataram, Lombok.

Tim tersebut diutus khusus untuk memberikan pendampingan hukum cuma-cuma bagi seorang pemuda dari keluarga kurang mampu yang tersandung kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap kekasihnya.

Hotman menilai tuduhan itu janggal karena murni didasarkan pada asumsi tanpa didukung fakta dan saksi yang kuat.

"Hari ini, 10 tim pengacara saya kirim ke Mataram, Lombok untuk membela pemuda miskin yang dituduh membunuh pacarnya tanpa ada saksi, fakta. Semua adalah khayalan," tutur Hotman.

Selain itu, ia juga mengirimkan tim pengacara ke daerah lain untuk mengawal kasus pencabulan yang diduga dilakukan oleh oknum kiai pimpinan pondok pesantren.

Di akhir videonya, Hotman Paris menegaskan bahwa kritik tajam ini ia sampaikan murni sebagai aspirasi warga negara pembayar pajak, bukan karena ingin mencari panggung politik di hadapan Presiden Prabowo Subianto.

Ia pun secara langsung meminta sang menteri untuk legawa meletakkan jabatannya secara terhormat.

"Lembaganya, Kementerian HAM bubarkan! Belum ada prestasi apa pun, dari awal minta anggaran besar, anggaran besar, anggaran besar. Hei, halo Pak Menteri, tahu diri dong. Kau mundur deh, tidak ada prestasimu. Mundur kau! Ya, hei Menteri HAM, mundur kau!" tegas Hotman menutup pernyataannya.(*)

(Bangkapos.com/TribunTrends.comTribun-Medan.com)

Update informasi TribunPalu lainnya di Instagram

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved