Selasa, 2 Juni 2026

Sekolah Indonesia Jeddah Akan Jadi Percontohan MBG di Luar Negeri

Sekolah Indonesia Jeddah menampung sekitar 1.080 siswa, sementara sekolah Indonesia di Makkah memiliki 400 siswa.

Tayang:
Editor: Regina Goldie
Robit/TribunPalu.com
Anak-anak pekerja migran indonesia (PMI) di Jeddah berpeluang menjadi yang pertama merasakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di luar negeri. 

Ringkasan Berita:
  • Anak-anak pekerja migran Indonesia di Jeddah berpeluang menjadi yang pertama di luar negeri yang menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG)
  • Badan Gizi Nasional (BGN) sedang menjajaki penerapan program ini di Sekolah Indonesia Jeddah, dan jika disetujui Presiden, sekolah tersebut akan menjadi percontohan pertama di luar negeri.
  • Gagasan ini muncul dari permintaan siswa yang ingin merasakan program MBG seperti di Indonesia.

TRIBUNPALU.COM - Anak-anak pekerja migran indonesia (PMI) di Jeddah berpeluang menjadi yang pertama merasakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di luar negeri.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan pihaknya tengah menjajaki kemungkinan penerapan program tersebut di Sekolah Indonesia Jeddah.

“Jika disetujui Presiden, ini akan menjadi percontohan pertama MBG di luar negeri,” ujar Dadan saat ditemui di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Minggu (31/5/2026) malam.

Baca juga: Konflik Kepentingan di Balik Rangkap Jabatan

Ide ini muncul dari permintaan langsung anak-anak di Sekolah Indonesia Jeddah. Mereka ingin merasakan program MBG seperti teman-temannya di Indonesia.

“Sebagai Warga Negara Indonesia, mereka memiliki hak yang sama. Mereka sangat well-informed tentang MBG di Indonesia dan spontan ingin menikmatinya,” kata Dadan.

Sekolah Indonesia Jeddah saat ini menampung sekitar 1.080 siswa, sementara sekolah Indonesia di Makkah memiliki sekitar 400 siswa.

Meski hari itu libur, Dadan disambut hangat oleh sekitar 100 siswa dan 56 guru yang antusias menanti kunjungannya.

Hasil penjajakan ini akan dilaporkan ke Presiden Prabowo Subianto. Jika disetujui, sekolah di Jeddah akan menjadi sekolah pertama di luar negeri yang memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurut Dadan, mekanisme pembentukan MBG di luar negeri tidak jauh berbeda dengan di Indonesia, namun memerlukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Baca juga: Sikapi Kasus Eks Polwan Yuni Utami, Warga Puji Kesigapan Babinsa Desa Tinggede

“Kami akan menggandeng mitra untuk mendirikan SPPG di sekolah ini,” ujar Dadan.

Jika terealisasi, menu MBG akan disesuaikan dengan bahan lokal, dan bisa menjadi kombinasi masakan Arab Saudi dan Indonesia.

“Menu akan variatif dan menyesuaikan ketersediaan bahan baku lokal,” tambahnya.

Dengan langkah ini, anak-anak Indonesia di luar negeri tidak hanya mendapatkan pendidikan, tapi juga asupan gizi yang setara dengan teman-temannya di Tanah Air, menegaskan komitmen negara terhadap generasi muda Indonesia di mancanegara. (*)

Artikel Ini Telah Tayang di Kompas.com

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved