Rabu, 10 Juni 2026

Dadan Hindayana Lengser, Ini 7 Strategi Baru Nanik S Deyang Terkait MBG

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang menyiapkan 7 strategi baru untuk memperkuat tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tayang:
Editor: Lisna Ali
kolase serambinews.com
PIMPINAN BGN - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang menyiapkan 7 strategi baru untuk memperkuat tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

TRIBUNPALU.COM - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang menyiapkan 7 strategi baru untuk memperkuat tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah ini menyusul pergantian pucuk pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) dari Dadan Hindayana kepada Nanik S Deyang.

Pergantian kepemimpinan ini membawa sejumlah penyesuaian kebijakan strategis.

Digelar di Kantor BGN, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026), Nanik menjelaskan berbagai strategi yang akan diterapkan untuk menyempurnakan pelaksanaan program MBG.

Langkah-langkah yang disiapkan mencakup sejumlah sektor penting, mulai dari pengembangan infrastruktur dapur MBG, skema pendanaan program, perluasan dan penyesuaian kelompok penerima manfaat, hingga penguatan mekanisme pengawasan serta tata kelola agar program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Berikut poinnya:

Moratorium Dapur MBG, Fokus Menata 27.000 SPPG yang Sudah Beroperasi

Salah satu kebijakan pertama yang diumumkan Nanik adalah penghentian sementara atau moratorium pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru.

Keputusan ini diambil setelah BGN menemukan bahwa jumlah dapur MBG yang telah beroperasi sudah sangat besar dan perlu dievaluasi secara menyeluruh sebelum ekspansi dilakukan kembali.

Menurut Nanik, saat ini terdapat lebih dari 27.000 dapur MBG yang telah berjalan di berbagai wilayah Indonesia. Namun, penyebarannya dinilai belum merata dan masih terkonsentrasi di daerah perkotaan maupun kawasan aglomerasi.

“Jadi kita sekarang ini kan banyak sekali yang mendaftar dan posisi yang sudah ada sekarang ada apa dan ini nah saat ini sudah ada sekitar 27 dapur yang sudah, 27.000 lebih dapur yang sudah operasional.”

Karena itu, BGN memilih untuk menata terlebih dahulu jaringan dapur yang sudah ada.

“Kami akan beresin dulu ini ya. Misalnya di satu kecamatan ini cukup kok enam saja. Sudah, ya enam saja. Jadi moratorium.”

Meski demikian, Nanik menegaskan bahwa penghentian sementara ini bukan berarti pembangunan dapur baru akan dihentikan selamanya. Evaluasi tetap dilakukan untuk melihat daerah-daerah yang masih kekurangan layanan.

Baca juga: Harga Emas Antam Terbaru Selasa 9 Juni 2026 di Sulawesi: Emas Antam Turun, Berapa Harga Emas Segram?

Baca juga: Nasib Bupati Muara Enim H Edison, Ditangkap KPK Bersama 9 Orang, Kini Ditetapkan Tersangka

Prioritaskan Daerah 3T yang Selama Ini Kurang Tersentuh

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved